Seluruh Tim Artemis II NASA Optimistis Peluncuran Berjalan Lancar
- 01 Apr 2026 06:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NASA menyatakan optimisme terhadap peluncuran misi Artemis II pada tahap akhir hitung mundur.
- Kondisi cuaca di Kennedy Space Center diperkirakan cukup mendukung dengan risiko petir rendah.
- Sistem pemantauan memungkinkan tim mendeteksi sinar-X dari letusan Matahari lebih dulu, sehingga memberi waktu persiapan sebelum partikel proton tiba.
RRI.CO.ID, Florida – NASA menyatakan persiapan peluncuran misi Artemis II terus berjalan lancar menjelang pembukaan jendela peluncuran. Demikian disampaikan Senior NASA Test Director, Exploration Ground Systems, Jeff Spaulding, dalam konferensi pers Artemis II Countdown Status.
Ia menyebut tim peluncuran menunjukkan antusiasme tinggi saat memasuki tahap akhir hitung mundur. Spaulding menambahkan, suasana di ruang kendali peluncuran atau firing room terasa berbeda dari biasanya.
“Biasanya ketika kami berada di ruang kendali, semua orang fokus bekerja dengan kepala tertunduk pada tugas masing-masing. Namun hari ini saya melihat banyak senyuman, dan itu terasa sangat baik,” ujar Spaulding, Selasa, 31 Maret 2026.
Spaulding menjelaskan, tim juga telah mengaktifkan sistem kendaraan peluncur. Termasuk kapsul Orion, tahap inti roket, serta melakukan pemeriksaan komunikasi dan sistem radio frekuensi.
Setelah rangkaian pengujian selesai, beberapa sistem kemudian dimatikan sementara hingga tahap berikutnya dalam hitung mundur. Sementara itu, kapsul Orion tetap dalam kondisi aktif untuk mendukung persiapan peluncuran.
Spaulding mengatakan personel di landasan peluncuran dijadwalkan meninggalkan area tersebut sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat. Kemudian, dilakukan proses pergantian sistem atmosfer kendaraan ke lingkungan inert menggunakan nitrogen.
Setelah seluruh tahap tersebut selesai, Direktur Peluncuran akan menerima pengarahan cuaca terakhir. Kemudian, ia akan memberi izin untuk memulai proses pengisian bahan bakar kriogenik sekitar pukul 07.34 pagi waktu setempat.
Proses ini diperkirakan berlangsung lebih dari lima setengah jam. Dari sisi cuaca, NASA menyebut kondisi di sekitar Kennedy Space Center diperkirakan lembap dan berangin dengan potensi hujan ringan.
Risiko petir dinilai relatif rendah, sekitar 5 hingga 10 persen. NASA juga mencatat aktivitas Matahari yang meningkat menjadi salah satu faktor yang tetap diawasi menjelang peluncuran.
“Data satelit kami hingga saat ini menunjukkan partikel atau proton yang berpotensi mengganggu peluncuran kendaraan. Namun angkanya berada sekitar dua orde besar di bawah batas aman kami,” kata Launch Weather Officer, 45th Weather Squadron Cape Canaveral Space Force Station, Mark Burger.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....