Cuaca Antariksa Jadi Perhatian Misi Artemis II ke Bulan

  • 30 Mar 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cuaca antariksa seperti solar flare dan CME dapat meningkatkan risiko radiasi bagi astronaut Artemis II.
  • NASA dan NOAA bekerja sama memantau aktivitas Matahari serta menyiapkan sistem peringatan radiasi untuk memastikan keselamatan awak

RRI.CO.ID, Jakarta – Aktivitas Matahari dan radiasi antariksa menjadi salah satu faktor yang dipantau menjelang peluncuran misi Artemis II. Secara alami, atmosfer dan medan magnet Bumi melindungi manusia dari radiasi yang terus dipancarkan Matahari.

Namun, fenomena seperti solar flare dan coronal mass ejection (CME) meningkatkan tingkat radiasi di ruang angkasa. Hal ini juga berpotensi menimbulkan risiko bagi astronaut yang melakukan perjalanan jauh dari Bumi.

Mengutip Space.com, NASA telah bekerja sama dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Keduanya akan menyediakan dukungan pemantauan cuaca antariksa serta sistem peringatan bahaya radiasi selama misi berlangsung.

Hingga saat ini, para ilmuwan belum dapat memastikan perkembangan aktivitas Matahari menjelang peluncuran maupun selama misi berlangsung. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Koordinator layanan di Space Weather Prediction Center (SWPC) NOAA, Shawn Dahl.

Dahl menjelaskan, saat ini Matahari masih berada dalam fase solar maximum. Periode ini adalah periode puncak dalam siklus aktivitas Matahari yang berlangsung sekitar 11 tahun.

Meski aktivitasnya diperkirakan mulai menurun, badai radiasi Matahari besar masih berpotensi terjadi. Namun, para ilmuwan dan pakar cuaca antariksa telah melakukan latihan simulasi badai radiasi pada April–Mei 2025 lalu.

Direktur program cuaca antariksa Divisi Heliofisika NASA, Jamie Favors, menyatakan optimisme dengan kemampuan pemantauan tim. Ia mengatakan, berbagai model prediksi cuaca antariksa akan digunakan selama penerbangan Artemis II.

Menurut Favors, metode yang digunakan mirip dengan prakiraan badai di Bumi. Di mana para ilmuwan membandingkan berbagai model prediksi untuk menemukan kemungkinan skenario yang paling akurat.

Selama misi berlangsung, tim pemantau dari NOAA dan NASA akan bekerja 24 jam penuh. Terutama untuk memantau kondisi Matahari dan lingkungan radiasi di ruang angkasa.

Diketahui, Misi Artemis II akan membawa empat astronaut NASA melakukan perjalanan mengelilingi Bulan. Misi berdurasi sekitar 10 hari ini dijadwalkan diluncurkan paling cepat pada Rabu, 1 April 2026.

Para astronaut akan terbang menggunakan kapsul Orion dan melakukan perjalanan jauh melampaui perlindungan alami medan magnet Bumi. Awak misi akan lebih rentan terhadap paparan radiasi dari Matahari maupun sinar kosmik dari luar tata surya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....