NASA Siapkan Sistem Pemantauan Matahari untuk Lindungi Astronaut Artemis II

  • 18 Mar 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Misi Artemis II menghadapi risiko tinggi radiasi karena berada di luar perlindungan medan magnet Bumi.
  • NASA menggunakan Solar Dynamics Observatory dan Parker Solar Probe untuk mendeteksi badai Matahari secara real-time.
  • Kru akan menjalankan prosedur perlindungan di dalam kapsul Orion jika terjadi badai radiasi selama misi.

RRI.CO.ID, Houston – Menjelang peluncuran misi Artemis II, NASA memfokuskan perhatian penuh pada satu ancaman terbesar, yakni radiasi Matahari. Empat astronaut Artemis II akan menembus ruang dalam yang terpapar langsung oleh aktivitas surya yang tidak terduga.

Misi ini berbeda dengan orbit rendah Bumi yang masih terlindungi oleh medan magnet planet Bumi. Untuk memastikan keselamatan awak, tim ahli cuaca antariksa NASA menyiapkan sistem pemantauan real-time yang bekerja 24 jam sehari.

Misi Artemis II dijadwalkan berlangsung saat Matahari berada dalam fase Solar Maximum, yaitu sebelum April 2026. Ini merupakan periode di mana badai surya dan pelepasan massa korona berada pada puncaknya.

Ledakan partikel bermuatan dari Matahari ini dapat menembus dinding wahana antariksa dan membahayakan kesehatan astronaut. Mulai dari mual akut hingga risiko kanker jangka panjang.

Untuk memitigasi risiko tersebut, NASA mengandalkan jaringan satelit pengamat Matahari. Di antaranya, Solar Dynamics Observatory (SDO) dan Parker Solar Probe, untuk mendeteksi ledakan surya segera setelah terjadi.

Jika badai radiasi terdeteksi saat misi berlangsung, awak Artemis II telah dilatih untuk melakukan prosedur darurat. Mereka akan menyusun persediaan makanan dan kantong air di dalam Orion, sementara tim bumi akan memberikan instruksi spesifik.

Diketahui, misi Artemis II akan membawa empat astronot. Di antaranya Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Spesialis Misi Christina Koch (NASA), dan Spesialis Misi Jeremy Hansen (CSA/Kanada).

Selama sekitar 10 hari, mereka akan menguji sistem pendukung kehidupan di dalam kapsul Orion. Kemudian, kru akan melakukan manuver di orbit Bumi dan melakukan perjalanan melintasi sisi jauh Bulan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....