Riset Genetik hingga Penerapan IoT, Strategi Tingkatkan Produksi Susu Nasional
- 30 Mar 2026 09:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Produksi susu nasional masih menghadapi kendala dan tantangan struktural. Salah satu yang utama adalah dominasi peternak skala kecil yang tersebar di wilayah pedesaan, terutama di Jawa Timur dan Jawa Barat, sementara usaha skala besar masih terbatas.
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), R. Nunung Nuryartono mengatakan bahwa untuk mengatasi persoalan itu diperlukan intervensi berbasis teknologi dan inovasi yang terarah. “Kita harus mampu meningkatkan produktivitas, menyediakan teknologi yang tepat guna, serta membuka akses pasar bagi petani kecil,” katanya dalam sesi diskusi panel hari kedua International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie Jakarta, Sabtu 28 Maret 2026.
Dalam mendukung dan mewujudkan tercapainya produksi susu nasional, BRIN mengembangkan inovasi berbasis tiga pilar utama. Yakni peningkatan genetik ternak, penerapan pertanian cerdas berbasis teknologi seperti Internet of Things (IoT), serta inovasi pakan.
Nunung menegaskan bahwa berbagai teknologi tersebut telah dikembangkan oleh BRIN dan siap diimplementasikan di lapangan. Namun demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut dapat diakses secara luas oleh peternak kecil.
“BRIN harus memastikan inovasi ini mudah diakses, terjangkau, dan dapat diterapkan dalam skala besar,” tegasnya. Ia juga menyoroti meningkatnya permintaan produk susu seiring dengan pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional, termasuk program makanan sekolah yang digagas pemerintah.
Hal ini semakin menegaskan urgensi penyusunan peta jalan pengembangan industri susu dalam negeri. Menutup pemaparannya, Nunung menegaskan bahwa pembangunan peternakan sapi perah berkelanjutan merupakan prioritas nasional yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, petani, dan lembaga riset.
“BRIN siap memberikan kepemimpinan ilmiah, dukungan kebijakan, serta jalur inovasi. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun sektor peternakan sapi perah yang tangguh, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Di sisi lain, Nunung menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi yang menyeimbangkan tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan, yakni aspek lingkungan (planet), sosial (people), dan ekonomi (profit). Pendekatan ini mencakup integrasi antara pengelolaan ternak, lahan, serta pemanfaatan limbah melalui praktik ekonomi sirkular.
Dalam kerangka kebijakan, BRIN juga mendorong koordinasi lintas sektor dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Perdagangan, guna memastikan pengembangan industri susu berjalan secara komprehensif. Lebih lanjut, Nunung menjelaskan lima tujuan utama kebijakan yang menjadi fokus pengembangan industri susu nasional.
Yakni peningkatan produksi dan produktivitas, pengurangan ketergantungan impor, peningkatan kesejahteraan petani, penguatan sistem peternakan berkelanjutan, serta penguatan rantai nilai industri susu. “Kelima tujuan ini saling terkait, peningkatan produktivitas, misalnya, akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani sekaligus menekan impor,” ungkapnya. (jml)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....