Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
- 14 Agt 2026 10:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mengalokasikan investasi Rp618,13 triliun untuk 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional.
- Proyek mencakup berbagai sektor strategis mulai dari minyak dan gas, petrokimia hingga energi terbarukan.
- Perguruan tinggi seperti Universitas Pertamina berperan dalam pengembangan riset dan inovasi untuk mendukung pencapaian nilai tambah industri energi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan nilai investasi mencapai Rp618,13 triliun. Proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari minyak dan gas, petrokimia hingga energi terbarukan.
Dalam agenda tersebut, perguruan tinggi memiliki peran melalui pengembangan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan industri serta mendorong terciptanya nilai tambah. Universitas Pertamina (UPER) mengambil peran dengan memperkuat orientasi riset menuju pemanfaatan yang lebih luas.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ichsan Setya Putra, menempatkan research for value creation sebagai salah satu arah pengembangan riset UPER. “Kedekatan Universitas Pertamina dengan ekosistem industri energi memberikan peluang besar untuk membawa hasil penelitian lebih dekat pada penerapan," kata Prof. Ichsan dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.
"Kami ingin mendorong riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi berkembang menjadi inovasi yang dapat diadopsi, dihilirisasi. Sekligus menciptakan nilai bagi industri maupun masyarakat,” ujarnya.
Prof. Ichsan menyebut arah tersebut sebagai upaya mendorong pergeseran dari publikasi sebagai research output menuju research for value creation. Publikasi ilmiah tetap menjadi bagian penting, tetapi hasil penelitian juga perlu didorong menuju adopsi, hilirisasi inovasi, dan pemanfaatan yang lebih luas.
“Universitas Pertamina memiliki posisi strategis karena berada dalam ekosistem industri energi nasional. Kami ingin menggeser paradigma dari research output menjadi research for value creation," katanya.
"Publikasi tetap menjadi bagian penting, tetapi hasil penelitian perlu dioptimalkan melalui adopsi riset, hilirisasi inovasi serta kolaborasi global. Hal ini untuk memberikan dampak nyata bagi industri dan ketahanan energi nasional,” ujar Prof. Ichsan.
Arah tersebut ditopang kapasitas riset dan jejaring kolaborasi yang telah berkembang di UPER. Sejak berdiri hingga 2025, Universitas Pertamina telah menghasilkan lebih dari 1.200 penelitian dan 2.500 publikasi ilmiah serta mencatat lebih dari 370 paten dan hak cipta.
UPER juga telah membangun kerja sama dengan lebih dari 90 mitra di sektor energi dan mitra internasional. Jejaring tersebut menjadi modal untuk memperluas kolaborasi riset sekaligus mendorong pemanfaatan hasil penelitian.
Fokus pada energi juga berjalan beriringan dengan komitmen UPER terhadap pembangunan berkelanjutan. Melalui Sustainability Center, UPER mengembangkan kajian dan kolaborasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk isu energi dan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
“Transisi energi bukan hanya persoalan perubahan sumber energi, tetapi juga membutuhkan penguasaan teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia. Di sinilah perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui pendidikan dan riset yang mampu menghasilkan solusi bagi kebutuhan energi masa depan,” katanya, menjelaskan.
Untuk memperkuat kontribusi tersebut, dalam lima tahun ke depan UPER akan mendorong riset agar semakin terhubung dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui pengembangan Energy Innovation Hub yang mempertemukan dosen, mahasiswa, industri serta mitra riset nasional dan internasional.
Ekosistem tersebut juga akan dilengkapi pipeline hilirisasi untuk mendorong hasil penelitian potensial menuju implementasi dan komersialisasi. “Hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan industri," ucapnya.
"Kami ingin kolaborasi tersebut bergerak lebih jauh menuju co-creation. Sehingga persoalan nyata industri dapat menjadi bagian dari agenda riset dan hasil penelitian yang potensial memiliki jalur yang lebih jelas menuju implementasi dan komersialisasi,” katanya.
Sebagai langkah awal, UPER akan memperluas riset bersama industri dan kemitraan internasional sekaligus memetakan hasil penelitian potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan. Dengan fokus pada energi dan keberlanjutan, UPER juga akan memperkuat karakter mahasiswa yang kreatif, adaptif dan berintegritas untuk menyiapkan talenta serta inovasi demi transformasi sektor energi Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....