Hubble NASA Deteksi Komet Melakukan 'Putar Balik' untuk Pertama Kalinya

  • 27 Mar 2026 09:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Teleskop Hubble NASA mendeteksi komet yang berbalik arah rotasi, fenomena yang belum pernah diamati sebelumnya.
  • Komet tersebut adalah 41P/Tuttle-Giacobini-Kresák, atau Komet 41P.
  • Perubahan rotasi diprediksi terjadi akibat semburan gas dari permukaannya.

RRI.CO.ID, Washington – Teleskop Hubble milik NASA menemukan fenomena langka pada sebuah komet kecil. Komet ini tertangkap sedang mengalami pembalikan arah putaran.

Komet tersebut adalah 41P/Tuttle-Giacobini-Kresák, atau dikenal sebagai komet 41P. Temuan ini menjadi pertama kalinya para astronom mengamati komet yang melambat hingga hampir berhenti, lalu memutar balik.

Benda langit ini diperkirakan berasal dari Sabuk Kuiper sebelum akhirnya terdorong oleh gravitasi Jupiter ke orbitnya. Dorongan gravitasi tersebut membawa sang komet mengunjungi bagian dalam tata surya secara rutin setiap 5,4 tahun.

Setelah melintas dekat Matahari pada 2017, para ilmuwan menemukan bahwa rotasi komet 41P melambat secara drastis. Observatorium Neil Gehrels Swift NASA pada Mei 2017 menunjukkan, ia berputar tiga kali lebih lambat dibandingkan Maret 2017.

Analisis lanjutan menggunakan pengamatan Teleskop Hubble pada Desember 2017 kemudian mengungkap perubahan yang lebih tidak biasa. Citra Hubble menunjukkan komet tersebut kembali berputar lebih cepat dengan periode sekitar 14 jam.

Angka ini jauh lebih cepat dibandingkan periode 46 hingga 60 jam yang tercatat sebelumnya. Para peneliti menjelaskan, perubahan ini kemungkinan terjadi karena semburan gas dari permukaan komet yang bertindak seperti pendorong kecil.

Ketika komet mendekati Matahari, panas menyebabkan es di permukaannya menyublim dan memuntahkan material ke luar angkasa. “Jika semburan ini tidak merata, mereka dapat secara drastis mengubah cara komet berputar, terutama komet yang kecil,” kata penulis penelitian dari University of California Los Angeles, David Jewitt.

Komet tersebut awalnya berputar ke satu arah, namun dorongan gas yang terus-menerus akhirnya memperlambat rotasinya hingga hampir berhenti. Dorongan yang sama kemudian membuat komet mulai berputar kembali ke arah yang hampir berlawanan.

Hubble juga memperkirakan ukuran inti komet tersebut sekitar 1 kilometer, atau sekitar tiga kali tinggi Menara Eiffel. Ukuran yang relatif kecil membuat komet ini lebih mudah mengalami perubahan rotasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....