Bintang Gagal yang Bangkit: Dua Kurcaci Cokelat Dapat ‘Kesempatan Kedua’ Bersinar
- 25 Mar 2026 14:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kurcaci cokelat biasanya “bintang gagal”, karena massanya tidak cukup untuk memicu fusi nuklir seperti bintang pada umumnya.
- Ditemukan sistem unik ZTF J1239+8347, berisi dua kurcaci cokelat yang mengorbit sangat dekat dan saling berinteraksi di rasi Ursa Major.
- Terjadi transfer massa antar keduanya, yang menciptakan titik panas sangat terang dan memberi peluang salah satu objek untuk “bersinar” seperti bintang.
RRI.CO.ID, Washington - Dalam dunia astronomi, objek yang dikenal sebagai kurcaci cokelat (brown dwarf) sering kali dijuluki sebagai "bintang gagal". Namun, penemuan terbaru menunjukkan, kegagalan tersebut mungkin tidak bersifat permanen.
Mengutip space.com, sepasang kurcaci cokelat ditemukan "bekerja sama" untuk mendapatkan kesempatan kedua agar bisa bersinar layaknya bintang sejati. Kurcaci cokelat adalah objek kosmik yang memiliki massa antara 13 hingga 80 kali massa Jupiter.
Keduanya disebut gagal karena tidak memiliki massa yang cukup untuk memicu fusi nuklir hidrogen di intinya. Ini adalah proses yang membuat Matahari dan bintang lainnya bercahaya.
Mengutip data Zwicky Transient Facility (ZTF) di Observatorium Palomar, ditemukan sistem unik bernama ZTF J1239+8347. Sistem ini berlokasi sekitar 1.000 tahun cahaya di rasi bintang Ursa Major.
ZTF J1239+834 terdiri dari dua kurcaci cokelat yang mengorbit satu sama lain dengan sangat rapat. Saking dekatnya, seluruh sistem ini bisa masuk di antara jarak Bumi dan Bulan.
Fenomena menarik terjadi saat salah satu kurcaci cokelat menyedot material dari pasangannya melalui proses transfer massa. Para peneliti menduga kedua objek ini awalnya berasal dari sistem yang berbeda namun tertarik bersama oleh gravitasi bintang lain.
Saat mereka semakin mendekat, gravitasi salah satu kurcaci cokelat menyebabkan rekannya "membengkak" dan menjadi kurang padat. Materi mengalir dari objek yang kurang padat ke yang lebih padat melalui aliran menyerupai semprotan.
Tabrakan materi ini menciptakan titik panas yang sangat terang, yang berputar setiap 57 detik. Sinyal inilah yang pertama kali ditangkap oleh para astronom.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....