Program Ignition NASA Digeber, AS Bidik Pangkalan Permanen di Bulan

  • 24 Mar 2026 22:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA meluncurkan inisiatif besar “Ignition” untuk mempercepat implementasi Kebijakan Ruang Angkasa Nasional dan mempertahankan dominasi AS di antariksa.
  • Program ini menargetkan astronaut AS kembali ke Bulan, membangun pangkalan permanen, serta misi Artemis setiap enam bulan.
  • NASA juga memperkuat kerja sama internasional dan industri, termasuk rencana modul inti pasca-ISS dan pengembangan reaktor luar angkasa Space Reactor-1 Freedom.

RRI.CO.ID, Washington - NASA mengumumkan serangkaian inisiatif transformatif berskala besar bernama "Ignition", Selasa, 24 Maret 2026. Program ini dirancang khusus untuk mempercepat implementasi Kebijakan Ruang Angkasa Nasional (National Space Policy).

Mengutip laman resminya, hal ini di bawah arahan Presiden Trump, guna memastikan dominasi Amerika Serikat di luar angkasa. Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan inisiatif ini adalah upaya untuk mencapai hal yang disebutnya hampir mustahil.

Salah satunya mengembalikan astronot Amerika ke Bulan sebelum masa jabatan Presiden Trump berakhir. Selain itu, membangun pangkalan permanen di sana serta mengamankan kepemimpinan AS dalam kompetisi antariksa global.

"Jam terus berdetak dalam persaingan kekuatan besar ini. Keberhasilan atau kegagalan akan diukur dalam hitungan bulan, bukan tahun," kata Isaacman.

Associate Administrator NASA, Amit Kshatriya menambahkan, mereka kini lebih fokus pada kemitraan industri dan internasional. Fokus utama Ignition di antaranya berupa pergeseran strategi pada program Artemis.

Alih-alih hanya melakukan ekspedisi berkala, fokus kini dialihkan pada pembangunan infrastruktur permukaan Bulan yang berkelanjutan. NASA direncanakan menggunakan perangkat keras secara komersial dan dapat digunakan kembali untuk meluncurkan Artemis setiap enam bulan sekali.

Rencana pembangunan pangkalan ini juga melibatkan mitra internasional seperti Italia (MPH) dan Kanada (LUV). Selanjutnya, setelah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pensiun pada 2030, NASA memperkenalkan strategi "Core Module" milik pemerintah AS.

Modul ini akan ditempelkan pada ISS sebagai pusat validasi bagi modul-modul komersial swasta. Setelah ISS dideorbit, modul inti ini akan tetap berada di orbit sebagai fondasi bagi ekosistem hibrida.

Kemudian, percepatan misi Space Reactor-1 Freedom, bersama Departemen Energi yang ditargetkan tahun 2030 mendatang. Pihaknya juga melakukan standardisasi konfigurasi roket Space Launch System (SLS) dan menambah jadwal misi pada tahun 2027.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....