MBG Berpotensi Dorong Pembangunan Ekonomi dan Kualitas Kesejahteraan
- 05 Mar 2026 11:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi menjadi pengungkit ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk memastikan dampaknya terukur dan tidak sekadar menjadi perdebatan publik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan hasil riset independen yang mengkaji dampak, efektivitas, dan arah kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN, Agus Eko Nugroho, menyampaikan bahwa MBG merupakan program berskala besar dengan nilai strategis. Menurutnya, selain menyasar pemenuhan gizi anak, program ini memiliki dampak lanjutan terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan.
“Program MBG ini adalah program yang signifikan dan berpotensi menjadi breakthrough, terutama dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional dan meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam Seminar Hasil Riset MBG di Gedung BJ Habibie Jakarta, Rabu 4 Maret 2026. Program ini juga dinilai mampu menggerakkan rantai pasok pangan di daerah dari sisi ekonomi.
Selain itu, program tersebut membuka peluang usaha baru serta meningkatkan perputaran ekonomi lokal. Keterlibatan pelaku usaha dalam penyediaan bahan pangan hingga distribusi makanan memberi efek berganda bagi masyarakat sekitar. Peningkatan asupan gizi bagi anak-anak juga dipandang sebagai investasi jangka panjang.
Gizi yang lebih baik berkontribusi terhadap kesehatan, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga bagi pembangunan sumber daya manusia ke depan.
Sebagai program besar, MBG juga menghadapi beragam pandangan dan dinamika di lapangan. Karena itu, BRIN menilai kajian berbasis data perlu dihadirkan agar pembahasan publik tetap berimbang dan tidak didominasi asumsi.
Agus menegaskan bahwa penelitian ini sepenuhnya dibiayai oleh BRIN dan dilakukan tanpa campur tangan pihak lain. “Riset ini sepenuhnya dibiayai oleh BRIN dan dilakukan secara independen, kami tidak memiliki kaitan dengan kepentingan pihak mana pun. Independensi ini penting agar hasilnya benar-benar berbasis akademik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, tim peneliti bekerja secara mandiri dalam mengumpulkan dan menganalisis data, sementara pimpinan organisasi riset memastikan kualitas metode dan hasilnya tetap terjaga. Dengan pendekatan tersebut, temuan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan secara terukur.
Seminar hasil riset ini digelar setelah tim peneliti menilai data yang dihimpun sudah cukup kuat untuk dipublikasikan. Kajian tidak hanya menilai dampak ekonomi, tetapi juga melihat efektivitas pelaksanaan program serta arah kebijakan yang perlu diperkuat.
BRIN memandang evaluasi berkala sangat diperlukan untuk program berskala nasional seperti MBG. Dengan dukungan data yang akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi tantangan di lapangan, memperbaiki tata kelola, dan memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Lebih lanjut, Agus berharap hasil riset ini dapat membantu masyarakat memahami program secara lebih utuh. “Kami berharap hasil riset ini bisa memberikan narasi yang berimbang di masyarakat, sekaligus menjadi dasar untuk membawa program ini ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kajian ini, BRIN menegaskan perannya dalam menyediakan analisis ilmiah yang objektif untuk mendukung pengambilan kebijakan. Dengan pendekatan berbasis data dan riset yang independen, evaluasi terhadap program strategis seperti MBG diharapkan mampu menghasilkan perbaikan yang nyata serta memberi manfaat luas bagi masyarakat. (rua/ed:jml)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....