Kenapa Rusa Mematahkan Tanduknya?

  • 22 Des 2025 23:33 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, rusa merupakan hewan atau tepatnya mamalia berkuku. Seperti halnya hewan berkuku kebanyakan, ia akan mematahkan tanduk untuk melengkapi siklus hidupnya. Pelepasan tanduk rusa ini juga sangat berpengaruh pada kadar testosteron di tubuh rusa. Biasanya ketika kadar testosteron turun, sel-sel tulang baru berkembang untuk menghilangkan jaringan tulang yang ada, menyebabkan tanduk rontok.

Rusa secara alami memiliki testosteron lebih rendah selama musim dingin atau awal musim semi. Namun, ada juga alasan lain mengapa kadar testosteron dapat menurun, menyebabkan tanduk rusa patah di luar musimnya. Di sebagian besar spesies, hanya rusa jantan yang menumbuhkan tanduk saat dewasa. Ini disebabkan oleh pertumbuhan tanduk yang membutuhkan testosteron sehingga hanya rusa jantan yang memilikinya.

Rusa melepaskan atau "mematahkan" tanduknya sebagai bagian dari siklus biologis alami yang disebut dengan antler shedding. Fenomena ini terjadi setiap tahun pada rusa jantan karena beberapa alasan utama:

  • Perubahan Hormon: Setelah musim kawin (rutting) berakhir, kadar hormon testosteron pada rusa jantan akan menurun drastis. Penurunan ini memicu sel-sel khusus (osteoklas) untuk menyerap kembali kalsium di pangkal tanduk, sehingga sambungan antara tanduk dan tengkorak melemah hingga akhirnya lepas.
  • Efisiensi Energi: Menopang tanduk yang besar dan berat membutuhkan banyak energi dan nutrisi. Dengan melepaskan tanduk setelah tidak lagi digunakan untuk bertarung memperebutkan betina, rusa dapat menghemat energi untuk bertahan hidup selama musim dingin yang sulit.
  • Regenerasi untuk Pertumbuhan Lebih Besar: Tanduk rusa adalah jaringan mati yang tidak bisa tumbuh lagi setelah mengeras. Dengan melepaskannya, rusa memiliki kesempatan untuk menumbuhkan tanduk baru yang lebih besar, lebih kuat, dan memiliki lebih banyak cabang di musim berikutnya seiring bertambahnya usia mereka.
  • Kesehatan dan Kenyamanan: Sebelum terlepas, rusa sering menggosokkan tanduknya ke pohon untuk menghilangkan lapisan beludru (velvet) yang gatal atau mati, yang juga membantu proses pelepasan tanduk tersebut.

Proses ini biasanya tidak menyakitkan bagi rusa karena tanduk yang dilepaskan adalah jaringan tulang yang sudah tidak memiliki saraf atau suplai darah aktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....