Golongan Darah Paling Lazim Dan Langka Di Indonesia

  • 08 Des 2025 15:39 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Apakah anda tahu, golongan darah apa yang paling banyak ada di Indonesia?

Ternyata, di Indonesia, golongan darah yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat umumnya adalah golongan darah O. Sebuah studi besar yang melibatkan 245.307 pendonor darah di Yogyakarta pada periode 2018–2023 menunjukkan bahwa frekuensi golongan darah menurut sistem ABO menempati urutan: O (38,5%) > B (29,4%) > A (24,1%) > AB (8,0%).

Dengan kata lain, sekitar 4 dari 10 orang di sampel tersebut adalah bergolongan darah O. Hasil ini konsisten dengan temuan sebelumnya di berbagai daerah di Indonesia.

Mengapa golongan darah O sangat umum di Indonesia dan banyak bagian Asia?

Penjelasannya ada pada dasar genetika dan evolusi. Golongan darah ditentukan oleh antigen di permukaan sel darah merah. Pada individu bergolongan darah O, sel darah merah tidak memiliki antigen A ataupun B. Salah satu teori ilmiahnya yaitu variasi golongan darah (A, B, O, AB) dipengaruhi oleh tekanan seleksi alam. Misalnya kemampuan bertahan terhadap penyakit tertentu.

Beberapa penelitian memperkirakan bahwa golongan darah O memberikan keuntungan adaptif di lingkungan dengan paparan penyakit menular seperti malaria, sehingga frekuensinya bertahan tinggi di banyak populasi Asia.

Namun, di sisi lain, golongan darah yang paling “langka” di Indonesia (dan juga sering dianggap langka di dunia) adalah golongan darah AB. Pada studi yang sama di Yogyakarta, AB hanya mewakili sekitar 8,0% dari total donor. Beberapa sumber bahkan menyebut bahwa dari sekitar 274 juta penduduk Indonesia, hanya sekitar 3 juta memiliki golongan darah AB.

Dirangkum dari informasi di Kementerian Kesehatan, secara ilmiah, kelangkaan golongan AB dapat dijelaskan dari mekanisme genetika: untuk memiliki golongan darah AB, seseorang harus mewarisi gen A dari satu orang tua dan gen B dari orang tua lain. Sebuah kombinasi yang relatif jarang terjadi dibandingkan pewarisan gen O saja.

Selain itu, karena golongan AB membawa antigen A dan B, namun tidak memiliki antibodi anti-A atau anti-B di plasma, profil imunologisnya berbeda dengan golongan darah O atau golongan darah bercampur antigen tunggal (A atau B).

Fakta tidak kalah menarik, jika kita memperluas cakupan dari sistem ABO saja menjadi sistem yang lebih lengkap (termasuk faktor Rh, dan bahkan antigen langka lainnya), maka “golongan darah paling langka di dunia” bukanlah AB melainkan jenis yang jauh lebih jarang lagi.

Sebagai contoh, ada jenis darah yang disebut Rh null. Contoh darah ini sering disebut “darah emas”, yang hampir tidak memiliki antigen Rh apapun. Orang dengan Rh null sangat langka secara global. Diperkirakan hanya 1 dari 6 juta orang memilikinya. Di Indonesia, data tentang Rh null sangat sedikit. Sehingga meskipun secara teori ada kemungkinan, frekuensi dan distribusinya hampir tidak dikenali.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....