Wagub DKI Apresiasi Kehadiran Teknologi IS-SMART

  • 03 Des 2025 15:23 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi kehadiran Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia atau Indonesia Society for Smart Technology (IS-SMART), yang diluncurkan di Aula Heritage, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/12/2025). Menurutnya, IS-SMART merupakan inisiatif kolaboratif lintas sektor yang memperkuat peran teknologi cerdas dalam pembangunan nasional.

“Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, saya mengucapkan selamat atas terbentuknya IS-SMART. Inisiatif ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki semangat kolaborasi yang kuat, serta kesadaran bahwa teknologi cerdas semakin memegang peranan penting dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Menurut Rano, peluncuran IS-SMART menjadi momentum peringatan Hari Guru Nasional, yang ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba video praktik Koding dan Kecerdasan Artifisial. Dia menilai, prestasi para pemenang mencerminkan kreativitas para pendidik serta semangat belajar generasi muda dalam mengasah kompetensi digital.

“Prestasi ini memperlihatkan bahwa ekosistem pendidikan kita mulai melahirkan talenta digital yang siap menyongsong dan memimpin era transformasi teknologi,” ujarnya.

Rano mengatakan, kemajuan talenta digital sejalan dengan arah pembangunan Jakarta yang bertransformasi menuju kota global dan pusat perekonomian nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Target Jakarta masuk Top 50 Global Cities pada 2030 dan Top 20 pada 2045 dapat dicapai apabila ekosistem teknologi, inovasi, dan SDM unggul berkembang secara konsisten.

“Salah satu pilar penting dalam transformasi Jakarta menuju kota global adalah penguatan teknologi cerdas. Untuk itu, Pemprov DKI melalui Jakarta Smart City, terus mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” kata Rano.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa transformasi pendidikan di Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Ia menyebutkan, selain mendukung proses pembelajaran, teknologi AI juga berpotensi membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan preventif yang lebih presisi.

“Kehadiran AI harus digunakan untuk tujuan kemanusiaan serta membantu kelompok masyarakat yang rentan, sehingga pemanfaatannya tetap berada dalam koridor etis dan inklusif,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....