Wisuda ke-56, Stiepari Berkomitmen Cetak Lulusan Berdampak
- 29 Nov 2025 15:17 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (Stiepari) berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki kualitas akademik dan profesional, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Lulusan sekolah itu dibekali keterampilan melalui proyek penelitian untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Direktur Stiepari, Haniek Listyorini SE MBA mengaku telah bekerja sama dengan beberapa mitra untuk melakukan penelitian dan pengembangan pariwisata di wilayah Jateng. Kerja sama itu diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami saat ini sedang terlibat di Kabupaten Temanggung yang membutuhkan program pemasaran pariwisata dari produk sampai promosinya. Kami juga membantu Pemkab Semarang dalam melakukan kajian terhadap kelayakan BUMDes untuk program ketahanan pangan di 23 desa,” terangnya usai upacara Wisuda ke-56 dan Dies Natalis ke-55 di Patra Hotel, Sabtu (29/11/2025).
Pengabdian itu dapat meningkatkan kreatifitas dan kompetensi dari mahasiswa karena mereka terjun dan terlibat langsung dalam pengabdian pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendampingan dosen, para mahasiswa ini memberikan solusi terhadap permasalahan di tengah masyarakat.
“Sehingga mahasiswa memiliki kreativitas untuk bisa membantu memecahkan masalah lapangan. Misalnya untuk UMKM dengan kreatifitas membuat oleh-oleh yang baru, olahan makanan dan untuk pariwisata, mereka membuatkan paket-paket wisata desa wisata,” ungkapnya.
Selain di dalam negeri, Stiepari juga berfokus pada penyerapan sumber daya manusia untuk bisa diterima di negara lain. Kerjasama Stiepari dengan luar negeri dimulai dari Malaysia, Jepang, Taiwan dan Turki serta Jerman.
“Mahasiswa atau alumni kami memiliki program 1 tahun di luar negeri, setelah lulus mereka bisa kembali bekerja di luar negeri dengan mitra-mitra yang ada pada kami. Dampaknya saya pikir mereka penghasil devisa, sehingga memberi dampak ke negara,” katanya.
Terkait program 3in1, Haniek mengungkapkan program ini masih berjalan dan telah bekerja sama selama 8 tahun dengan Pemkab Nias Selatan. Program ini memberikan peluang kepada keluarga prasejahtera untuk mengkuliahkan anaknya di Perguruan Tinggi.
“Program ini mengedepankan pengentasan pengangguran melalui kursus kerja dan kuliah. Ini cocok untuk keluarga-keluarga yang mungkin tidak sanggup menyekolahkan putra-putrinya,” ucapnya.
Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache ST MM menyampaikan terima kasih kepada Stiepari yang membantu meningkatkan kualitas SDM di Nias Selatan. Program 3in1 Stiepari sangat membantu Pemkab dalam upaya pengentasan pengangguran di Nias Selatan.
“Ke depan mereka ini kalau lepas mereka bisa mandiri, berkarya di luar Pulau Nias maupun membangun Kota Nias. Kalau mereka sudah bisa dapat bekerja, bisa mandiri tentunya akan meningkatkan perekonomian yang ada di Nias Selatan,” ucapnya.
Ia pun berharap, melalui ilmu pariwisata yang didapatkan di Stiepari, generasi muda ini ikut mengembangkan sektor pariwisata di Nias Selatan. Sektor pariwisata di Nias Selatan menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara.
“Primadona di Nias Selatan itu adalah pariwisata, terutama surfing yang sudah bertaraf internasional. Bekal ilmu yang mereka dapatkan di sini, kita harap bisa mereka aplikasikan di sektor pariwisata Nias Selatan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....