Belajar di Unissula, Jurnalis Aljazair Terinspirasi Garap Film Tentang Indonesia
- 18 Jun 2026 14:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pengalaman menempuh pendidikan di Indonesia menginspirasi seorang jurnalis asal Aljazair, Mohammed Djarboua, untuk menggarap film tentang kehidupan dan perjalanan akademiknya selama di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Film berjudul Unissul itu diharapkan dapat memperkenalkan nilai persahabatan, pendidikan, dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Mohammed Djarboua resmi dilepas sebagai wisudawan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unissula bersama 55 lulusan lainnya dalam acara pelepasan wisuda yang berlangsung di Hotel Quest Semarang, Jumat, 12 Juni 2026. Mahasiswa internasional berusia 58 tahun tersebut berhasil menyelesaikan studi sarjananya melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program RPL memberikan pengakuan terhadap pengalaman dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja. Melalui skema tersebut, capaian pembelajaran peserta dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester sehingga masa studi dapat ditempuh lebih efisien.
Berkat pengalaman profesionalnya sebagai jurnalis dan penulis selama lebih dari tiga dekade, Mohammed mampu menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu sekitar dua tahun. Ia juga dikenal sebagai penyair dan penulis produktif dengan sekitar 70 buku yang telah diterbitkan, mulai dari karya puisi, novel, politik hingga genealogi.
Dalam sambutannya, Mohammed menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika Fikom Unissula yang telah mendukung proses studinya. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama tinggal dan belajar di Indonesia.
Mohammed menceritakan, awalnya ia datang ke Indonesia untuk mendampingi putranya yang diterima sebagai mahasiswa Unissula pada 2024. Saat itu, ia tinggal bersama keluarganya di Kesultanan Oman sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Indonesia.
Alih-alih hanya mendampingi sang anak, ia memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Unissula. Keputusan tersebut diambil karena ia meyakini bahwa kesempatan untuk belajar tidak boleh disia-siakan.
“Saya percaya bahwa pendidikan adalah untuk semua orang. Tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada ilmu pengetahuan,” ungkapnya melalui siaran pers, Kamis, 18 Juni 2026.
Selama berada di Indonesia, Mohammed mengaku terkesan dengan masyarakat yang dinilainya santun, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Pengalaman tersebut kemudian menginspirasinya untuk mengembangkan skenario film berjudul Unissul.
Melalui film tersebut, ia berharap dapat memperkenalkan wajah Indonesia kepada dunia internasional sekaligus mengangkat nilai pendidikan dan persahabatan lintas budaya. Mohammed juga membuka peluang kolaborasi dengan sivitas akademika Unissula yang memiliki minat di bidang perfilman.
Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Unissula, Urip Mulyadi, mengatakan kehadiran Mohammed menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia maupun batas negara. Menurutnya, Program RPL dan kelas daring yang diselenggarakan Fikom Unissula memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat dari berbagai latar belakang profesi, termasuk mahasiswa internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....