Konversi Limbah Organik Berbasis Bioteknologi Perkuat Ketahanan Lingkungan

  • 24 Nov 2025 22:31 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Pengelolaan limbah organik berbasis bioteknologi terus mengalami perkembangan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan akan solusi ramah lingkungan yang mampu menjawab kompleksitas persoalan sampah di berbagai daerah. Konversi limbah organik melalui pendekatan bioteknologi tidak hanya menghadirkan metode degradasi yang lebih efektif, tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan mikroorganisme unggul untuk mengubah sampah organik menjadi produk bernilai tambah, seperti vermikompos.

Akademisi Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar, Tjokorda Javandra menyampaikan, saat ini telah mengembangkan cacing tanah untuk konversi sampah organik.

“Kami di Fakultas Pertanian untuk bioteknologi menggunakan cacing tanah, dahulu dikenal dengan vermikompos pengolahan sampah organik,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Tjokorda Javandra menambahkan, dalam konteks ketahanan lingkungan berkelanjutan, teknologi biokonversi berperan penting dalam mengurangi tekanan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta menekan emisi gas metana yang selama ini menjadi isu utama dalam sektor pengelolaan sampah organik. Selain itu, penerapan bioteknologi dalam pengolahan limbah organik memperkuat kestabilan ekosistem melalui peningkatan kualitas tanah dan pemulihan unsur hara.

“Sangat mendukung dan berpeluang jika dikembangkan, karena bahan organik selama ini tidak terkelola dengan baik, jika tidak diurai oleh mikroorganisme akan merusak ekosistem,” ucapnya.

Keberhasilan implementasi konversi limbah organik berbasis bioteknologi tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh dukungan kebijakan, partisipasi masyarakat, dan kesiapan infrastruktur. Penguatan kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara masif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan optimalisasi sistem biokonversi, ketahanan lingkungan berkelanjutan berpeluang diperkuat melalui pengelolaan sumber daya yang lebih cerdas, rendah emisi, dan selaras dengan tujuan pembangunan hijau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....