Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke 16
- 20 Agt 2025 13:02 WIB
- Bukittinggi
KBRN,Tanjung Pinang; Salah satu event tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Digital Indonesia adalah Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia.
Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke 16 ini diselenggarakan pada tanggal 19-21 Agustus 2025 di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Forum Perpustakaan Digital Indonesia dengan Perpustakaan Nasional dan Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pustakawan, tenaga perpustakaan, dan akademisi dibidang perpustakaan dari seluruh jenis perpustakaan yang ada di Indonesia.
Pada kegiatan ini juga mempresentasikan beberapa pemakalah dengan tema "Artificial Intelegence (AI) dalam Perpustakaan Digital".
Penerapan teknologi informasi di perpusakaan khususnya dalam bidang Artificial Intelegence memiliki banyak manfaat untuk membantu pustakawan dan pemustaka dalam mencari informasi.
Mengingat bahwa tren penggunaan TIK di Perpustakaan sudah sangat beragam, mulai dari adanya Koleksi Digital (e-Book), Otomasi Perpustakaan, serta beberapa aplikasi perpustakaan yang berbasis open source (repository) yang dapat menjadi sumber data apabila ingin menerapkan AI di perpustakaannya masing-masing.
Walaupun dengan segala kemudahan yang dimiliki oleh teknologi AI, ada beberapa kelemahan yang dimiliki AI menjadikan pustakawan perlu mempersiapkan sumber data yang valid apabila ingin menerapkan AI di Perpustakaan.
Tema konferensi Perpustakaan Digital Indonesia tahun ini adalah, “ Transformasi Digital : Peluang, Tantangan, dan Kesiapan Perpustakaan di Era Kecerdasan Buatan”.

Beberapa narasumber mempresentasikan makalahnya. Dari Perpustakaan Nasional RI dua pemakalah atas nama Ir. Suryadi, Pustakawan Ahli Madya dengan judul makalah, " Perencanaan Sistem Jaringan Privat 4G LTE Berbasis Universal Software Radio Pheriperal (USRP) Untuk Ketahanan dan Keamanan Aksebilitas Perpustakaan Digital".
Pustakawan lainnya dari Perpustakaan Nasional RI atas nama Yaya Ofia Mabruri, S.Hum dengan judul makalah, "Analisis Trigram dan Topic Modeling terhadap Dokumen Kebijakan Etika AI Global: Implikasi Prinsip FAST bagi Tata Kelola Perpustakaan Digital".

Waktu pemaparan makalah tersebut di dampingi para pakar perpustakaan, diantaranya adalah Prof. Sulistyo Basuki, Welmin Suharto, MM, dan Irhamni Ali, Phd.
Pustakawan Ahli Utama dari Perpustakaan Nasional RI, Yoyo Yahyono berkesempatan hadir mengikuti acara konferensi tersebut.
Sebagai seorang pustakawan Yoyo berpendapat bahwa Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ini sangat memberikan wawasan tentang bagaimana mengelola perpustakaan ditengah-tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.
“Perpustakaan kini bukan hanya penyedia buku, tetapi juga pusat inovasi dan kolaborasi berbasis teknolgi informasi”, ujar Yoyo.
Lebih lanjut Yoyo Yahyono juga berharap hasil dari Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke 16 ini dapat menjadi pijakan dalam pengeloolaan perpustakaan digital. Teknologi informasi berbasis AI harus menjadi alat yang membantu perkembangan pengetahuan, AI akan terus berkembang dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk perpustakaan dan pustakawan.
Bahkan bukan hanya pustakawan saja yang perlu belajar bagaimana AI dapat mendukung proses belajar mengajar, AI dapat membantu pelestarian budaya di Indonesia, dan oleh sebab itu pustakawan perlu menguasai tools berbasis AI untuk layanan perpustakaan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....