Yuk Intip Fakta Unik Sapi Bali!

  • 04 Jun 2025 10:05 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Tahukah anda? Jelang Hari Raya Idul Adha, Sapi Bali menjadi salah satu spesies sapi yang dipilih oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi hewan kurban. Sebagai spesies sapi asli Indonesia, sapi bali memiliki berbagai keunikan baik dari sisi genetika, fisiologi, hingga adaptasinya terhadap lingkungan tropis. Namun, penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan fakta menarik bahwa pola warna pada sapi Bali ternyata berkaitan erat dengan pertumbuhan tubuhnya. Bagaimana bisa?

Menyadur laman resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sapi Bali memiliki kemampuan adaptasi luar biasa terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Sapi jenis ini merupakan hasil domestikasi dari banteng liar dan dikenal sebagai sapi potong asli Indonesia. Habitat asli mereka masih bisa ditemukan di Taman Nasional Bali Barat, Baluran, dan Ujung Kulon.

Sapi bali memiliki karakteristik ukuran tubuh sedang, dada dalam, kaki ramping. Sapi jantan full black (hitam penuh) memiliki bobot lebih tinggi di usia 2 tahun, biasanya akan mencapai berat 260 kg. Warna bulu badan sapi bali dominan merah bata (terutama pada betina dan anakan), Cermin hidung, kuku, dan ujung ekor berwarna hitam. Serta, kaki bagian bawah berwarna putih dan paha bagian dalam dan pantat memiliki area putih oval, yang dikenal sebagai “white mirror”.

Menariknya, setelah mencapai kedewasaan seksual sapi Jantan akan berubah menjadi hitam pekat, sementara sapi betina tetap berwarna cokelat kemerahan. Warna hitam pada jantan dewasa bisa kembali menjadi cokelat jika sapi dikebiri. Hal ini menunjukkan kuatnya pengaruh hormon testosteron terhadap warna bulu. Dalam sebuah sesi diskusi ilmiah akhir 2024 lalu, peneliti BRIN Ikhsan Suhendro menyampaikan bahwa pola warna tubuh pada sapi Bali jantan berhubungan erat dengan bobot dan efisiensi pertumbuhannya.

Jika anda sering melihat sapi dengan varian warna dan bentuk tubuhnya, anda perlu tahu, bahwa terdapat berbagai penyimpangan warna atau aberasi pada sapi Bali, yang bisa menjadi indikator adanya kelainan genetik seperti jenis Sapi Injin. Sapi injin jantan berwarna seperti betina, tanpa perubahan warna saat dewasa. Ada pula jenis sapi Cundang dengan dahinya yang berwarna putih. Pola-pola ini umumnya menandakan adanya kelainan genetik yang berpengaruh pada laju pertumbuhan sapi tersebut. Sehingga hal ini penting bagi peternak untuk mewaspadai dan mencatat keberadaannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....