Mengenal Metode Biopori, Solusi Sederhana Mengelola Sampah Organik

  • 27 Mei 2025 15:18 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Inovasi ramah lingkungan terus dikembangkan untuk mengatasi persoalan sampah organik dan memperbaiki kualitas tanah. Salah satu metode yang semakin populer adalah lubang resapan biopori. Selain efektif mengurangi sampah rumah tangga, teknik ini juga menghasilkan pupuk organik alami yang bermanfaat bagi tanaman.

Biopori adalah lubang silindris vertikal yang dibuat di tanah dengan kedalaman sekitar 80 sampai 100 cm dan diameter 10 sampai 30 cm. Lubang ini diisi dengan sampah organik seperti sisa sayuran, daun kering, atau sisa makanan. Biopori memanfaatkan aktivitas organisme tanah seperti cacing dan mikroba untuk menguraikan sampah menjadi kompos alami.

Manfaat penggunaan biopori adalah mengurangi sampah dan memupuk tanah.

Sebagian dari anda mungkin belum familiar dengan metode ini, dan tertarik ingin mengetahui cara pembuatan lubang biopori, yang ternyata cukup mudah dan bisa dilakukan di halaman rumah

1. Tentukan lokasi: Pilih area tanah yang tidak sering dilalui orang atau kendaraan.

2. Lubangi tanah: Gunakan bor biopori atau alat sederhana seperti linggis untuk membuat lubang vertikal sedalam 80 sampai 100 cm.

3. Isi dengan sampah organik: Masukkan sampah dapur, daun kering, dan bahan organik lainnya ke dalam lubang.

4. Tutup dengan penutup sederhana: Bisa menggunakan tutup dari kaleng, kayu, atau penutup khusus agar tidak menimbulkan bau atau menjadi sarang nyamuk.

5. Tambahkan secara rutin: Sampah organik bisa ditambahkan secara berkala, dan hasil kompos bisa dipanen tiap 1 sampai 2 bulan.

Hasil akhir dari proses ini adalah pupuk organik yang terbentuk di dalam lubang biopori. Setelah sekitar satu hingga dua bulan, sampah yang dimasukkan ke dalam lubang akan terurai dan bisa diambil untuk digunakan sebagai pupuk kompos di kebun atau taman rumah.

Metode biopori merupakan solusi sederhana namun efektif untuk mengatasi masalah sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami. Dengan biaya rendah dan cara yang mudah diterapkan, metode ini layak menjadi bagian dari gaya hidup ramah lingkungan di masyarakat urban dan pedesaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....