Benda-Benda Sepele yang Ternyata Punya Sejarah Panjang

  • 14 Mei 2025 09:26 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Kita sering menggunakan benda-benda kecil dalam kehidupan sehari-hari tanpa benar-benar memikirkan dari mana asal-usulnya. Padahal, banyak dari benda yang tampak remeh itu menyimpan sejarah panjang dan kisah menarik di balik kemunculannya.

Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Peniti (Safety Pin)

Sekilas: Hanya seutas kawat melengkung dengan ujung tajam yang bisa dikunci.

Asal-usul: Diciptakan oleh Walter Hunt pada tahun 1849 di Amerika Serikat. Ironisnya, ia menjual hak patennya seharga hanya $400, padahal peniti berkembang menjadi produk massal yang sangat laris.

Peniti awalnya dibuat untuk mengikat kain tanpa merusak dan sangat populer dalam dunia mode dan medis. Sampai hari ini, desainnya hampir tak berubah.

2. Klip Kertas (Paper Clip)

Sekilas: Teman setia saat menjepit dokumen.

Asal-usul: Meski sering dikaitkan dengan Johan Vaaler, seorang penemu asal Norwegia tahun 1899, desain yang kita kenal sekarang (tipe "Gem") justru tidak dipatenkan dan asalnya tidak diketahui secara pasti.

Menariknya, klip kertas pernah menjadi simbol perlawanan rahasia terhadap Nazi di Norwegia selama Perang Dunia II—sebagai lambang persatuan dan perlawanan diam-diam.

3. Resleting (Zipper)

Sekilas: Benda kecil yang bikin pakaian dan tas lebih praktis.

Asal-usul: Diperkenalkan pada akhir abad ke-19 oleh Whitcomb Judson, tapi baru populer di tahun 1913 setelah disempurnakan oleh Gideon Sundback. Awalnya digunakan untuk sepatu bot, bukan pakaian.

Nama “zipper” baru muncul ketika merek sepatu karet B.F. Goodrich menggunakannya dan menyukai suara “zip”-nya saat ditarik.

4. Sedotan (Straw)

Sekilas: Alat bantu minum yang kini banyak dikritik karena limbah plastik.

Asal-usul: Sedotan pertama dibuat oleh bangsa Sumeria dari batang logam dan emas untuk minum bir tanpa mengonsumsi ampasnya.

Sedotan modern dari kertas dipatenkan oleh Marvin C. Stone pada 1888. Sedotan plastik mulai populer di tahun 1950-an.

Ironisnya, kini kita kembali ke sedotan kertas atau logam seperti di masa lalu, demi kelestarian lingkungan.

5. Kancing Baju

Sekilas: Hiasan kecil yang menjaga baju tetap tertutup.

Asal-usul: Sudah digunakan sejak 3.000 tahun lalu di Lembah Indus, India. Namun saat itu kancing hanya berfungsi sebagai hiasan, bukan pengait.

Fungsi modern kancing sebagai pengunci pakaian baru berkembang di Eropa abad pertengahan. Bahkan, ada aturan mode saat itu yang menetapkan sisi kanan untuk pria dan kiri untuk wanita—tradisi yang masih bertahan sampai sekarang.

6. Sendok Garpu (Cutlery)

Sekilas: Alat makan yang kita anggap biasa.

Asal-usul: Garpu sempat dianggap alat “setan” oleh masyarakat Eropa abad pertengahan karena bentuknya yang mencolok. Baru pada abad ke-17 garpu diterima secara luas, berkat pengaruh Italia dan Prancis.

Sendok sendiri sudah digunakan sejak zaman Mesir Kuno, tapi dulunya terbuat dari batu, kayu, atau tulang.

7. Post-it Note

Sekilas: Kertas kecil lengket yang menyelamatkan ide-ide mendadak.

Asal-usul: Diciptakan secara tidak sengaja oleh Spencer Silver, ilmuwan 3M, yang awalnya ingin membuat lem super kuat tapi justru menemukan lem yang tidak permanen. Temannya, Art Fry, menggunakannya untuk penanda buku nyanyian di gereja. Dari situlah lahir Post-it yang terkenal. (APS/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....