Seabad Observatorium Bosscha, Kawasan Ilmu Astronomi Indonesia
- 01 Feb 2023 04:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Observatorium Bosscha telah genap berdiri selama 100 tahun di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Direktur Jenderal East Asia Observatory Paul Ho mengatakan, mengapresiasi Observatorium Bosscha yang terlibat di jaringan astronomi.
Terlepas dari teknologi, kata dia, sumber daya manusia adalah faktor sangat penting dari pengembangan Ilmu Astronomi. Dia berpesan, supaya sumber daya manusia perlu diprioritaskan.
"Memastikan astronomer berbakat untuk mau tinggal, dan bekerja di Indonesia, maupun Asia. Harus menjadi prioritas kita," kata Paul dalam peringatan Ulang Tahun ke-100 Observatorium Bosscha diktuip dari laman itb.ac.id, Selasa (31/1/2023).
Paul mengapresiasi manajemen Observatorium Bosscha. "Karena telah merawat dan melestarikan observatorium ini. Bosscha adalah kebanggaan dan pencapaian dari Asia," ujar Paul.
Sebab, kata dia, pengoperasian observatorium tersebut, melewati beberapa generasi. "Adalah pencapaian yang luar biasa," ujar dia.
Bahkan, dia mengatakn, terdapat satu pencapaian Bosscha yang tidak banyak diketahui. "Bosscha turut berkontribusi dalam pengambilan foto event horizon black hole, pada 12 Mei 2022," kata Paul.
Observatorium Bosscha --- tergabung di jaringan East Asian Observatories (EAO) dan Intitut Teknologi Bandung (ITB). ITB berperan sebagai koordinator nasional, dan ikut dalam pengumpulan citra radio event horizon.
“Astronomi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mendorong sains, dan pertumbuhan,” kata Paul. Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil menyatakan, komitmen Pemerintah Provinsi Jabar menjaga Observatorium Bosscha.
Ridwan mengatakan, Bosscha sebagai institusi bidang Pendidikan Observatorium telah banyak memberikan kontribusi pengetahuan keastronomian. "Tidak hanya di Indonesia, dan Asia. Tetapi, juga di dunia," ujar Ridwan saat Peringatan 100 Tahun Observatorium Bosscha, Senin (30/1/2023).
"Sedang dipersiapkan menjadi (kawasan) cagar budaya. Supaya, nanti kawasan ini bisa dilestarikan," kata Ridwan.
Bosscha istimewa, karena berada di daerah Ekuator. Selain itu, teropong bintang satu ini, dapat melihat belahan langit utara (northern hemisphere).
Dan juga, teropong Bosscha dapat melihat belahan langit selatan (southern hemisphere). Observatorium Bosscha resmi berdiri sejak 1 Januari, 1923 atas prakarsa K.A.R Bosscha.
Saat itu, K.A.R Bosscha bersama Nederlandsch - Indische Sterrenkundige Vereeniging (Perhimpunan Bintang Hindia Belanda).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....