Mengapa Semut Cepat Menemukan Makanan ’Nganggur’?
- 08 Apr 2025 08:45 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Pernahkah memperhatikan semut yang tiba-tiba datang bergerombol ke sepotong makanan yang tercecer? Padahal, semut ukurannya kecil sekali, rata-rata hanya 1 sampai 20 milimeter. Lalu, bagaimana caranya semut bisa menemukan makanan? Ternyata, semut punya sistem pencarian makanan yang sangat rapi dan canggih. Tidak hanya mengandalkan penglihatan, semut justru lebih mengandalkan indra penciuman yang sangat tajam. Bahkan, dibandingkan banyak serangga lainnya, semut punya lebih banyak reseptor bau di antenanya. Inilah yang membuat semut bisa mencium bau makanan, meski dari jarak yang cukup jauh.
Dirangkum dari berbagai sumber, saat satu semut pekerja menemukan sumber makanan seperti gula, ia akan segera kembali ke sarangnya sambil meninggalkan jejak feromon di sepanjang jalan. Feromon ini adalah zat kimia khusus yang hanya bisa dikenali oleh semut dari spesies yang sama. Jejak itulah yang nantinya akan diikuti oleh semut-semut lain untuk mencapai lokasi makanan. Begitu banyak semut yang mengikuti jejak ini, akhirnya terbentuklah barisan panjang semut yang berjalan lurus ke satu titik sumber makanan.
Semut juga menggunakan teknik yang disebut "tandem running". Dalam metode ini, satu semut akan memimpin jalan, dan yang lain mengikuti sambil mengingat jalurnya. Begitu sampai, mereka kembali ke sarang dengan rute yang sama, dan mengajak lebih banyak semut untuk bergotong royong membawa pulang makanan. Proses ini bisa berlangsung sangat cepat, terutama bila makanan tersebut memiliki aroma yang kuat atau rasanya manis, seperti gula.
Selain penciuman, semut juga memiliki kemampuan penglihatan yang cukup baik untuk ukurannya. Mata mereka terdiri dari banyak lensa kecil yang bisa mengenali cahaya dan perbedaan warna. Beberapa spesies semut bahkan memanfaatkan cahaya matahari yang terpolarisasi sebagai panduan arah, mirip seperti GPS alami. Mereka juga punya memori visual yang membuatnya bisa mengenali lingkungan sekitar sarang.
Waktu pencarian makanan oleh semut biasanya menyesuaikan dengan iklim dan suhu lingkungan. Di musim panas atau saat suhu hangat, semut lebih aktif mencari makan di waktu senja hingga tengah malam. Radius pencarian mereka bisa mencapai sekitar 30 meter dari sarang. Bila menemukan makanan yang terlalu besar untuk dibawa sendiri, semut akan memanggil rekan-rekannya untuk bekerja sama membawanya pulang ke sarang.
Uniknya lagi, beberapa spesies semut punya pola makan yang sangat beragam. Ada yang suka zat manis seperti nektar dan embun madu, ada pula yang memakan serangga mati, bahkan ada yang mengembangkan jamur untuk dikonsumsi. Tapi apapun jenis makanannya, cara mereka menemukannya tetap bergantung pada indra penciuman dan kerja sama yang luar biasa antar anggota koloni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....