IBA Siap Perjuangkan Indonesia Penyelenggara Konferensi Perdamaian Internasional
- 06 Mar 2024 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Internasional Business Association (IBA) siap memperjuangkan Indonesia menjadi penyelenggara konferensi perdamaian internasional tahun 2026. IBA memperjuangkan itu bersama Yayasan Pendidikan Budha Dharma Kepri (YPBDK).
Kedua perwakilan lembaga ini akan menghadiri Konferensi Perdamaian Internasional. Konferensi ini diselenggarakan di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis, Oktober 2024 nanti.
Ketua Umum IBA Shan Shan menyatakan, IBA dan YPBDK tergabung dalam Jin Gang Shan. "Keduanya telah aktif berkolaborasi dengan kebijakan pemerintah Indonesia dalam berbagai bidang," katanya dalam keterangan pers, Rabu (6/3/2024).
Ia melanjutkan, IBA juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan budaya, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, industri, dan perdagangan. Selain itu, IBA juga terlibat dalam inisiatif internasional, memfasilitasi pengenalan sumber daya untuk pembangunan sosial Indonesia.
"Kami juga membina hubungan baik dengan organisasi internasional penting. Seperti Masyarakat Ekonomi Syariah di Indonesia” ujar Shan Shan.
Shan Shan menambahkan, saat ini YPBDK menerima undangan dari Presiden The World Fellowship of Buddhist (WFB). Undangan tersebut meminta YPBDK berpartisipasi dalam kegiatan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Mereka akan menghadiri konferensi perdamaian internasional di kantor pusat UNESCO di Paris, Prancis, pada 21-23 Oktober 2024. Di sana Shan Shan melanjutkan, pihaknya akan membahas kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah konferensi perdamaian internasional tahun 2026.
Pihaknya berencana membahas keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi Perdamaian Internasional tersebut secara detail. Khususnya saat kunjungan Presiden WFB di Batam, Kepulauan Riau, pada 12 Maret 2024.
"Batam dipertimbangkan sebagai lokasi konferensi pada tahun 2026 karena strategis dan dekat dengan Singapura. Keputusan akhir akan diumumkan setelah pertemuan tersebut," ucapnya.
Ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenalkan rencana pembangunan pusat konvensi dan pameran 38 provinsi di Galang Batang. Tepatnya 30 kilometer dari Pulau Bintan.
Terlebih, sebelas kabupaten dan kota telah menandatangani perjanjian kerja sama. Bahkan, lebih dari 50 kabupaten dan kota telah menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam proyek tersebut.
Menurutnya, biaya proyek ini akan didukung promosi taman kehidupan ramah lingkungan senilai 3 miliar dolar Singapura. Pusat konvensi dan pameran ini akan memiliki luas sekitar 8 hektare.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....