Minato Mirai, Kota Transit yang Bakal Diadopsi Jakarta
- 13 Nov 2023 21:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Tokyo: Transit Oriented Development (TOD) semakin menjadi tren di negara-negara maju. Ini karena pengembangan kawasan berorientasi transit sejalan dengan mobilitas masyarakat dunia yang serba cepat dan instan.
Kawasan yang dekat dengan transportasi publik membuat masyarakat mudah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Indonesia sendiri juga tengah membangun proyek tersebut dengan belajar salah satunya dari Jepang.
Baca Juga: Investor Jepang Diajak Kembangkan Proyek Pesisir Ancol
Kawasan Minato Mirai 21 Yokohama
Minato Mirai 21 merupakan sebuah proyek mega pembangunan kawasan kota modern di Naka-ku, Yokohama, Jepang. Dijadikan salah satu contoh TOD, karena kawasan Minato Mirai terkenal di Jepang yang mengintegrasikan transportasi, perumahan, dan pusat perbelanjaan.
Proyek tersebut dibangun Urban Renaissance (UR) Agency. Ini adalah organisasi semi-pemerintah di bawah Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLITT) Jepang.
Organisasi ini memiliki spesialisasi membangun perumahan dan kawasan di Jepang. UR Agency diberi hak Pemerintah Jepang untuk mengatur kawasan, termasuk mengakomodasi keperluan pihak swasta di sekitar area TOD.

Saat bersama tim MRT Jakarta mengunjungi TOD Minato Mirai 21, Senin (12/11/2023), RRI menilai kawasan ini sangatlah apik. Kawasan ini memiliki enam stasiun memanjang sekitar 4,4 km.
Tempat ini pertama kali beroperasi tahun 2004 silam. Di sekitarnya dapat dijumpai pusat perbelanjaan dan hunian yang terintegrasi satu sama lain.
"Kaitannya dengan tema MRT tahun ini mengenai TOD, kami memiliki 253 project urban Renewal, untuk rental housing 1,5 jutaan unit. Pemerintah Yokohama dan kami melakukan bisnis pengembangan area pelabuhan," kata Junkichi Kano, Director for Business Promotion, International Business Departement, Urban Renaissance Agency (UR), di Yokohama, Jepang, Senin.
"Selanjutnya tujuh tahun setelah bangunannya berdiri, stasiun itu sudah direncanakan agar bisa akses dengan mudah (mal-stasiun dan tempat kegiatan lainnya). Kami sudah berpikir agar mereka yang menggunakan akses kereta bisa langsung bekerja, berbelanja, dan lain-lain," kata Junkichi Kano.

Pembangunan TOD di Minato Mirai sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1965. Pengembangan Minato Mirai diarahkan untuk memperkuat kemandirian Yokohama.
Yokohama diproyeksikan meningkat menjadi kota pelabuhan. Sementara, pabrik galangan kapal dan tempat kargo berhasil dipindahkan ke sana pada tahun 1983 .
Keberadaan jalur kereta Minatomirai Line sejak 2004, membuat perkembangan enam stasiun yang dilaluinya semakin sempurna. Mereka adalah Stasiun Yokohama, Shin-takasihma, Minatomirai, Bashamichi, Nihon-odori, dan Motomachhi-Chukagai.
Baca Juga: Metro Museum, Jejak Sejarah Transportasi Jepang
Jumlah penumpang yang menaiki jalur ini lebih dari 200 ribu orang per harinya. Saat RRI mengelilingi kawasan ini, stasiun sudah tersambung dengan pusat perbelanjaan saat keluar dengan menaiki eskalator.
Pejalan kaki juga leluasa berpindah tempat dari berbagai bangunan, seperti dari gedung perkantoran ke bangunan lainnya. Daya tarik terbaru di Minato Mirai 21 di distrik bisnis sentral Yokohama ini adalah Yokohama Cabin Air.
Ini adalah trem udara terbaru di Jepang. Ia merupakan kereta gantung pertama yang melingkari perkotaan.

Keberadaan kereta gantung ini ditujukan untuk mempromosikan pariwisata Yokohama. Mengendarai kereta gantung memberi pengunjung pemandangan kota yang lebih tinggi dan indah dipandang mata.
Kereta gantung tersebut menghubungkan Stasiun JR Sakuragich dan Taman Unga di Distrik Shinko. Minato Mirai merupakan salah satu contoh TOD terbaik yang berhasil dikelola Jepang.
Selain Minato Mirai, terdapat juga kawasan TOD lainnya yang sukses dijalankan. Contohnya ada di kawasan Otemachi dan Umekita.
Indonesia Pelajari Konsep TOD Minato Mirai 21
Kawasan Minato Mirai 21, Yokohama, hampir mirip dengan kawasan di utara Jakarta, tepatnya Ancol Barat. Ancol Barat dikembangkan menjadi Area Depo MRT Jakarta Fase 2, diperluas hingga pesisir Jakarta atau Ancol Waterfront Development.
"Untuk pembangunan depo (awalnya) akan dibangun di Kampung Bandan, tapi kita pindahkan ke area Ancol. Untuk pembangunan depo telah diputuskan untuk dibangun di Ancol Barat," kata Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat kepada RRI, dalam Forum Investor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo di Yotsuya, Tokyo, Jepang, Senin (13/11/2023).
Tanah seluas 20 hektare, rencananya dibangun Depo MRT dengan mengusung konsep kawasan berorientasi transit (TOD). Kawasan tersebut nantinya dilengkapi fasilitas seperti hotel, area pedestrian, communal space, transport hub, hingga area komersial.
Kawasan ini diharapkan menjadi pertumbuhan ekonomi baru di Kota Jakarta. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Winarto membenarkan kawasan Ancol Barat bakal dikembangkan.
"Pembangunan di daerah utara lebih sedikit daripada di daerah selatan Jakarta. Untuk itu, kita akan mengembangkan daerah utara Jakarta secara progresif bila dibandingkan dengan selatan dan pusat," kata Winarto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....