Investor Jepang Diajak Kembangkan Proyek Pesisir Ancol
- 13 Nov 2023 18:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Tokyo: Para investor Jepang menjadi target Pemda DKI dalam membuat mega proyek pengembangan kawasan pesisir Ancol. Proyek yang ditawarkan adalah transit oriented development (TOD) atau pembangunan kawasan berbasis transit di Ancol Barat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memutuskan lokasi proyek TOD itu di area Depo MRT Jakarta Fase II. Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengungkapkan lahan depo ini akan dibangun di kawasan Ancol Barat dengan luas lahan sekitar 20 hektare.
"Pertamanya untuk pembangunan depo akan dibangun di Kampung Bandan tapi kita pindahkan ke area Ancol. Untuk pembangunan depo telah diputuskan untuk dibangun di Ancol Barat,” kata Tuhiyat kepada RRI, Senin (13/11/2023).
Ia berbicara dalam acara 'Ancol Waterfront Development Invesment Forum' atau Forum Investasi untuk Pengembangan Kawasan Pesisir Ancol'. Acara berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo di Yotsuya, Tokyo, Jepang.

Pengembangan MRT Fase II ini akan menghubungkan kawasan sisi selatan-utara Jakarta. Pembangunannya terbagi dalam dua fase, yaitu fase 2A, dari Bundaran HI-Kota, dan Fase 2B, Kota-Ancol.
"Ancol Barat nantinya akan dikembangkan sebagai kawasan dengan fungsi campuran," kata Tuhiyat di hadapan para investor Jepang di Tokyo.
"Pembangunan di daerah utara lebih sedikit daripada di daerah selatan Jakarta. Untuk itu kita akan mengembangkan daerah utara Jakarta secara progresif bila dibandingkan dengan selatan dan pusat,” katanya.
Baca Juga: DKI Persiapkan Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Kawasan

Ancol Targetkan Investor Asal Negeri Sakura
Kawasan Ancol sebagai pusat perkonomian baru di Jakarta menawarkan lahan terbaiknya bagi investor mengembangkan moda transportasi modern, MRT. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Winarto mengatakan pihaknya mengincar investor dari negara Jepang.
"Pihaknya telah beberapa kali melakukan market sounding ke sejumlah calon investor potensial di Hongkong hingga Tokyo seperti yang digelar di KBRI. Hari ini," kata Winarto.
“Kita aktif mengajak investasi di Indonesia. Kita belum cukup uang, Jepang itu uangnya banyak. Kalau mau naro uang di bank dia harus bayar, dibuang ke kita saja,” katanya.
Menurutnya, pengembangan yang di dalamnya terdapat pengembangan kawasan TOD akan dilakukan secara bertahap. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan bersama-sama dengan baik.
"Kita lakukan bertahap, kita akan kembangkan dengan prinsip korporasi. Meski 70 persen saham dimiliki DKI, tapi kan DKI kan butuhnya banyak. Dia punya Rp86 T APBD, tapi kan di spare di banyak pos. Kita masuk celahnya di sini,” katanya.

KBRI Tokyo Yakinkan Investor Jepang di Proyek MRT Ancol Barat
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmad yakin para investor Jepang mampu membantu. Partisipasi dalam pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (KBT) di kawasan jalur stasiun MRT di Jakarta sangat penting untuk masa depan.
Ia mendukung forum-forum investor yang dapat membangun Indonesia lebih baik. Namun,kondisi menjelang pemilihan presiden 2024, membuat para investor masih menunggu.
"Wait and see. Semua investor di dunia kalau menghadapi pemilu di sebuah negara akan melihat dulu. Oleh karenanya, Presiden Jokowi memastikan bahwa kebijakan pemerintahan sekarang akan berlanjut dan bahkan diperbaiki," kata Heri Akhmad menjawab pertanyaan RRI, Danang Sundoro di KBRI.
KBRI Tokyo yakin kesuksesan pembangunan jalur MRT di Jakarta tak akan lepas dari pengalaman dan teknologi Jepang. Indonesia sendiri merupakan mitra yang tepat dalam menjalani rencana proyek masa depan di kawasan utara Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....