Kabut Asap Berlanjut, Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Malaysia Memburuk

  • 07 Okt 2026 14:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kabut asap masih melanda sejumlah wilayah Semenanjung Malaysia pada 6 Oktober 2026, dengan Johor mencatat tingkat polusi tertinggi.
  • Batu Pahat menjadi wilayah dengan indeks tertinggi, disusul Kluang 169, Larkin 166, Pasir Gudang 164, dan Tangkak 163. Seluruhnya masuk kategori tidak sehat.
  • Nilai dan Seremban di Negeri Sembilan serta beberapa wilayah Kuala Lumpur dan Putrajaya turut mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur — Kualitas udara di sejumlah wilayah Semenanjung Malaysia memburuk pada Selasa, 6 Oktober 2026 ketika kabut asap masih melanda beberapa daerah. Negara bagian Johor mencatat sejumlah tingkat polusi udara tertinggi berdasarkan data resmi.

Melansir dari Xinhua, Distrik Batu Pahat di Johor mencatat Indeks Polutan Udara (API) sebesar 186. Angka tersebut diikuti Kluang sebesar 169, Larkin 166, Pasir Gudang 164, dan Tangkak 163.

Data tersebut diterbitkan oleh Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara, seluruh wilayah tersebut mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat. Kondisi serupa juga terjadi di negara bagian Negeri Sembilan.

Nilai API di Nilai mencapai 160, sementara Seremban yang merupakan ibu kota negara bagian tersebut mencatat angka 156. Sejumlah wilayah di Kuala Lumpur dan Putrajaya juga mencatat tingkat kualitas udara yang tidak sehat.

Kondisi tersebut menunjukkan kabut asap masih memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Semenanjung Malaysia. Berdasarkan klasifikasi kualitas udara Malaysia, API dengan angka nol hingga 50 dikategorikan sebagai kualitas udara yang baik.

Angka 51 hingga 100 masuk kategori sedang, sedangkan 101 hingga 200 dikategorikan tidak sehat. Sementara itu, API 201 hingga 300 masuk kategori sangat tidak sehat, dan ngka 301 atau lebih dikategorikan sebagai berbahaya.

Semakin tinggi angka API, semakin buruk kondisi kualitas udara. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia menjadi perhatian, terutama daerah yang mencatat indeks kategori tidak sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....