Presiden Mesir Tegaskan Hak Air Nil dan Dukung Gencatan Senjata Gaza
- 07 Okt 2026 14:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Abdel Fattah al-Sisi menegaskan hak Mesir atas pembagian air Sungai Nil merupakan hak sejarah dan hukum yang tidak dapat dinegosiasikan.
- Mesir dan Sudan masih berselisih dengan Ethiopia terkait pembangunan bendungan di hulu Sungai Nil. Perselisihan juga dipicu belum adanya kesepakatan yang mengikat mengenai pengisian dan pengoperasian bendungan.
- Kairo khawatir pembangunan bendungan dapat memengaruhi alokasi air tahunan Mesir sebesar 55,5 miliar meter kubik. Mesir menilai dampak bendungan terhadap aliran Sungai Nil perlu menjadi perhatian dalam penyelesaian perselisihan.
RRI.CO.ID, Kairo — Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menolak segala bentuk pelanggaran terhadap hak Mesir atas air Sungai Nil. Ia juga menolak upaya mengusir warga Palestina dari tanah mereka serta langkah yang dapat mengabaikan pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata Gaza.
Melansir dari Anadolu, Sisi menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin, 5 Oktober 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat rapat Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir di markas Komando Strategis, Ibu Kota Administratif Baru.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari peringatan 53 tahun perang Mesir melawan Israel pada Oktober 1973. Sisi menyebut Sungai Nil sebagai sumber kehidupan dan landasan keberadaan Mesir selama ribuan tahun.
Ia menegaskan hak Mesir atas bagian air Sungai Nil merupakan hak hukum dan sejarah yang tidak dapat dinegosiasikan. Menurut Sisi, Mesir tetap berkomitmen bekerja sama dengan negara-negara di kawasan Sungai Nil.
Namun, pemerintahnya tidak akan membiarkan langkah yang dapat mengancam keamanan air Mesir. Sisi mengatakan Mesir akan mempertahankan haknya dengan cara yang diperbolehkan berdasarkan hukum internasional.
Mesir dan Sudan saat ini berselisih dengan Ethiopia terkait pembangunan bendungan di hulu Sungai Nil. Perselisihan tersebut juga dipicu belum adanya kesepakatan yang mengikat mengenai pengisian dan pengoperasian bendungan.
Kairo khawatir proyek tersebut dapat memengaruhi alokasi air tahunan Mesir sebesar 55,5 miliar meter kubik. Perselisihan tersebut telah berlangsung di tengah kekhawatiran Mesir dan Sudan mengenai dampak bendungan terhadap aliran Sungai Nil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....