Sekjen PBB: Saatnya Gencatan Senjata di Gaza Menjadi Permanen
- 07 Okt 2026 13:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan agar gencatan senjata di Gaza menjadi permanen, disertai peningkatan bantuan kemanusiaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.
- Guterres mengakui korban akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sekaligus menyoroti besarnya korban jiwa, pengungsian, dan kehancuran yang dialami warga Palestina di Gaza.
- Israel menolak menarik pasukan sebelum pelucutan senjata Hamas diverifikasi, sementara Hamas mendorong pelucutan senjata secara bertahap. Kondisi tersebut membuat jalan menuju pemulihan dan perdamaian masih menghadapi tantangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Guterres menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza. Seruan tersebut disampaikan menjelang peringatan tiga tahun serangan Hamas terhadap Israel pada Rabu, 7 Oktober 2023.
Melansir dari Arab News, Guterres menyampaikan seruan tersebut pada Senin, 5 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata harus menjadi permanen untuk mengakhiri konflik di Gaza.
“Sudah waktunya gencatan senjata menjadi permanen. Sudah waktunya bantuan kemanusiaan dalam skala besar dapat diberikan. Dan sudah waktunya hukum internasional dihormati,” kata Guterres.
Ia juga menyerukan pembentukan jalur politik menuju perdamaian yang langgeng di seluruh kawasan Timur Tengah. Menurutnya, peringatan 7 Oktober tidak hanya menjadi momentum mengenang korban, tetapi juga mendorong tekad baru membangun masa depan yang berbeda.
Guterres berharap warga Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan. Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan hak, martabat, dan aspirasi kedua masyarakat tersebut.
Dalam pernyataannya, Guterres mengakui besarnya korban jiwa akibat serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan mengerikan yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel dan warga negara asing.
Serangan tersebut juga menyebabkan 251 orang lainnya disandera. Guterres menegaskan bahwa penderitaan akibat serangan tersebut tidak boleh diabaikan.
Namun, Guterres juga menyoroti penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza akibat konflik berkepanjangan. Ia mengatakan warga Gaza menghadapi kehilangan nyawa dalam jumlah besar, pengungsian, dan kehancuran.
Kampanye militer Israel selama bertahun-tahun di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.200 orang, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina. PBB menilai angka korban yang dikeluarkan kementerian tersebut dapat diandalkan.
Guterres juga menyinggung gencatan senjata singkat yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Oktober 2025. Menurutnya, gencatan senjata tersebut sempat memberikan sedikit kelegaan bagi warga Gaza.
Namun, kesepakatan tersebut dinilai belum mampu memberikan keamanan dan bantuan kemanusiaan yang memadai. Kesepakatan tersebut juga belum membuka jalur yang kredibel menuju pemulihan dan perdamaian.
Israel hingga kini masik menguasi sebagian besar wilayah Gaza dan menolak menarik pasukannya sebelum pelucutan senjata Hamas dipastikan telah dilaksanakan. Sementara itu, Hamas mendorong pelucutan senjata secara bertahap dan menolak menyerahkan seluruh persenjataannya secara langsung dan sepihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....