Krisis Layanan Kanker Payudara di Gaza, Ratusan Kasus Belum Terdeteksi
- 02 Okt 2026 13:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Layanan skrining dan diagnosis dini kanker payudara di Gaza hampir terhenti, akibat kerusakan mesin mamografi serta kekurangan reagen laboratorium dan perlengkapan medis, sehingga ratusan kasus diduga belum terdeteksi.
- Pilihan pengobatan pasien kanker sangat terbatas, dengan kekurangan obat kemoterapi, terapi hormonal dan terapi target, sementara layanan radioterapi serta sejumlah operasi tumor tidak tersedia.
- Krisis kesehatan diperburuk pembatasan pergerakan dan kerusakan fasilitas medis, yang menghambat pasien mendapatkan perawatan di pusat onkologi di luar Gaza.
RRI.CO.ID, Gaza — Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa runtuhnya layanan diagnosis kanker payudara membuat ratusan kasus kemungkinan belum terdeteksi. Peringatan tersebut disampaikan pada Kamis, 1 Oktober 2026 dalam rangka memperingati dimulainya “Pink October”, bulan kesadaran kanker payudara global.
Kementerian mengatakan perempuan penderita kanker payudara di Gaza menghadapi kondisi kesehatan dan kemanusiaan yang sangat buruk. Kondisi tersebut terjadi karena kebutuhan dasar untuk perawatan dan pengobatan medis semakin sulit tersedia, dilansir dari Anadolu.
Layanan skrining dan diagnosis dini kanker payudara kini sangat terbatas dan hampir sepenuhnya terhenti. Salah satu penyebabnya adalah kekurangan parah dan kerusakan berulang pada mesin mamografi, serta kekurangan reagen laboratorium dan perlengkapan medis.
Kondisi tersebut membuat banyak perempuan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan deteksi kanker sejak dini. Sistem pengobatan pasien kanker payudara juga mengalami hampir tidak adanya protokol pengobatan yang disetujui.
Departemen onkologi di Gaza kekurangan obat kemoterapi, pengobatan hormonal, dan terapi target. Sementara itu, layanan radioterapi saat ini sepenuhnya tidak tersedia di Gaza.
Operasi untuk mengangkat tumor yang sudah berkembang juga telah terhenti karena keterbatasan kemampuan medis khusus. Kondisi tersebut semakin mempersempit pilihan pengobatan bagi pasien kanker payudara.
Sebelum perang dimulai pada akhir 2023, Gaza mencatat sekitar 360 kasus baru kanker payudara setiap tahun. Kementerian mencatat 250 kasus kanker payudara didiagnosis pada 2024 dan sekitar 260 kasus lainnya pada 2025.
Berdasarkan angka sebelum perang, lebih dari 1.000 kasus baru seharusnya diperkirakan dalam kurun sekitar tiga tahun. Kementerian mengatakan persoalan bukan hanya jumlah pasien yang telah didiagnosis, tetapi juga jumlah yang mungkin mengidap kanker tanpa diagnosis dini.
Penderitaan pasien kanker semakin berat akibat pembatasan pergerakan dan penutupan perlintasan. Kondisi tersebut menghambat ratusan pasien yang membutuhkan penanganan segera untuk bepergian ke pusat onkologi di luar Gaza.
Kementerian menyebut “Pink October” dari Gaza bukan sekadar kampanye kesadaran kanker payudara. Menurut kementerian, kegiatan tersebut juga merupakan seruan kemanusiaan untuk menyelamatkan pasien yang membutuhkan pengobatan.
Sistem kesehatan Gaza mengalami kerusakan parah sejak Oktober 2023. Sejumlah rumah sakit dan fasilitas medis tidak dapat beroperasi, sementara kekurangan obat-obatan, perlengkapan medis, dan bahan bakar membatasi layanan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....