G7 Akan Lepas 100 Juta Barel Minyak dan Solar untuk Redam Harga
- 03 Okt 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- G7 akan melepas hingga 100 juta barel minyak dan solar selama empat bulan untuk mengatasi kekhawatiran pasokan global dan tekanan kenaikan harga bahan bakar.
- Pelepasan solar dalam jumlah besar dilakukan dalam 20 hari pertama, setelah Donald Trump sebelumnya mengancam melarang ekspor solar AS dan meminta negara-negara Eropa mengeluarkan cadangan mereka ke pasar.
- Cadangan akan dikoordinasikan melalui IEA, sementara G7 menyepakati tidak memberlakukan larangan ekspor energi di antara negara anggotanya untuk membantu menjaga pasokan dan meredakan tekanan harga.
RRI.CO.ID, Washington — Kelompok G7 mengumumkan rencana melepas hingga 100 juta barel minyak dan solar. Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran pasokan global yang telah mendorong harga bahan bakar melonjak tajam.
Melansir dari BBC News, Sabtu, 3 Oktober 2026, langkah tersebut akan berlangsung selama empat bulan dan dimulai segera. Pelepasan cadangan tersebut mencakup solar dalam jumlah besar yang akan dilakukan dalam 20 hari pertama.
G7 juga akan mempertimbangkan pelepasan tambahan solar jika diperlukan. Langkah tersebut dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam melarang ekspor solar AS.
Trump sebelumnya meminta negara-negara Eropa mengeluarkan lebih banyak cadangan solar mereka ke pasar. Ancaman larangan ekspor tersebut dinilai dapat mengurangi tekanan harga bagi konsumen AS.
Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan harga solar di negara lain yang bergantung pada impor AS. Trump kemudian mengatakan larangan ekspor solar sebenarnya tidak pernah benar-benar menjadi pilihan.
Ia menyambut keputusan Eropa untuk melepas cadangan solar dalam jumlah besar. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan petani, pengemudi truk, dan pelaku usaha AS tidak seharusnya menanggung beban kenaikan harga.
Solar banyak digunakan dalam sektor transportasi dan pertanian sehingga kenaikan harganya dapat berdampak pada harga kebutuhan pokok. G7 terdiri atas AS, Inggris, Kanada, Jepang, Jerman, Italia, dan Prancis, serta Uni Eropa juga diwakili dalam pertemuan G7.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan cadangan hingga 100 juta barel akan dilepas dalam empat bulan. Pelepasan tersebut akan dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional (IEA).
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengatakan langkah tersebut bertujuan menstabilkan pasokan energi. Langkah itu juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan serta melindungi rumah tangga dan pelaku usaha dari lonjakan harga.
Macron mengatakan tindakan terkoordinasi tersebut diharapkan menurunkan harga produk minyak bumi, terutama solar. Ia juga menyoroti kesepakatan G7 untuk tidak memberlakukan larangan ekspor energi di antara negara anggotanya.
Belum diketahui negara mitra mana saja yang akan melepas cadangan serta seberapa cepat pelepasan dilakukan. Cadangan 100 juta barel tersebut akan terdiri atas campuran solar dan minyak mentah.
Keterbatasan pasokan global serta tingginya ketergantungan terhadap solar membuat permintaan bahan bakar tersebut sulit dikurangi. Pelepasan cadangan G7 diharapkan membantu menambah pasokan dan meredakan tekanan harga di pasar energi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....