Harga Minyak Terus Naik di tengah Ketegangan AS-Iran

  • 09 Sep 2026 13:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harga minyak mentah Brent naik 1,4 persen menjadi 98,5 dolar AS per barel pada Selasa, 8 September 2026, mencapai level tertinggi dalam enam minggu.
  • Kenaikan harga minyak dipicu oleh memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman minyak.
  • Selat Hormuz, rute pengiriman minyak strategis dunia, menjadi pusat perhatian karena risiko potensi gangguan akibat konflik geopolitik.

RRI.CO.ID, Washington — Harga minyak dunia terus meningkat di tengah kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kemungkinan gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,4 persen menjadi 98,5 dolar AS (Rp1,7 juta) per barel pada Selasa, 8 September 2026. Harga tersebut mencapai level tertinggi dalam enam minggu, dilansir dari Anadolu.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga meningkat 1,4 persen menjadi sekitar 94 dolar AS (Rp1,6 juta) per barel. Kenaikan harga minyak terjadi ketika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memburuk.

Pada Selasa, kelompok Houthi Yaman menyerang sejumlah kota dan infrastruktur ekonomi di wilayah selatan Arab Saudi. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut.

Kebakaran juga terjadi di sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi selatan karena menjadi sasaran serangan, menurut Kementerian Energi Arab Saudi. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi di kawasan.

Iran juga memperingatkan akan menetapkan zona maritim “terbatas” baru di luar Selat Hormuz. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan zona tersebut akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Rezaei memperingatkan bahwa setiap kapal yang memasuki zona tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi. Langkah tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan distribusi minyak melalui kawasan tersebut.

Ketegangan saat ini juga berkaitan dengan perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran melalui Selat Hormuz. Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah langkah untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, dan mengatasi pembatasan ekonomi. Namun, kedua pihak kemudian saling menuduh gagal memenuhi komitmen yang tercantum dalam kesepakatan tersebut.

Berlanjutnya ketegangan militer dan ketidakpastian di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia. Kondisi tersebut turut mendorong harga minyak global terus mengalami kenaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....