PBB Peringatkan Risiko Penyakit Meningkat di Kalangan Pengungsi Yaman
- 03 Okt 2026 14:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB memperingatkan meningkatnya risiko penyebaran penyakit di kalangan pengungsi Yaman akibat eskalasi militer dan memburuknya kondisi layanan kesehatan, pangan, air, serta sanitasi.
- Unit Eksekutif untuk Pengelolaan Kamp Pengungsian Yaman melaporkan jumlah pengungsi akibat eskalasi militer sejak Juli telah mencapai hampir 198.000 orang.
- PBB menyerukan pendanaan dan akses kemanusiaan yang aman serta tanpa hambatan, sementara UNICEF memperingatkan meningkatnya malnutrisi akut pada anak-anak akibat konflik dan terganggunya akses layanan kesehatan.
RRI.CO.ID, Sna’a — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan meningkatnya risiko penyebaran penyakit di kalangan pengungsi di Yaman. Risiko tersebut terjadi di tengah eskalasi militer yang terus berlangsung di negara tersebut, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 3 Oktober 2026.
PBB menyerukan peningkatan dukungan dan pendanaan kemanusiaan bagi warga yang terdampak konflik. Tim kemanusiaan terus memberikan bantuan penting kepada warga sipil yang mengungsi dan terdampak pertempuran.
Hal tersebut disampaikan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Namun, meningkatnya jumlah pengungsi membuat kebutuhan kemanusiaan semakin besar.
OCHA menyebut puluhan ribu orang telah mengungsi akibat konflik. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko penyebaran penyakit di antara masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Para pekerja kemanusiaan membutuhkan dukungan mendesak, termasuk pendanaan dan akses yang aman serta tanpa hambatan untuk menyalurkan bantuan. Sementara itu, Unit Eksekutif untuk Pengelolaan Kamp Pengungsian Yaman melaporkan jumlah orang yang mengungsi akibat eskalasi militer sejak Juli.
Jumlah pengungsi tersebut telah mencapai hampir 198.000 orang. Pengungsian dalam jumlah besar memberikan tekanan tambahan terhadap layanan kesehatan dan kemanusiaan di berbagai wilayah Yaman.
Kondisi tersebut terjadi ketika sistem layanan kesehatan Yaman telah mengalami kemunduran secara luas. Masyarakat juga menghadapi kekurangan pangan, air, dan layanan sanitasi yang dapat semakin meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
Pada akhir September, Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperingatkan meningkatnya kasus malnutrisi akut pada anak-anak seiring intensifikasi pertempuran. Pengungsian serta terganggunya akses terhadap layanan kesehatan semakin meningkatkan risiko yang dihadapi anak-anak dan keluarga terdampak.
Gelombang pengungsian terbaru terjadi setelah eskalasi militer yang dimulai pada Juli dan semakin meningkat pada September. Situasi tersebut berlangsung setelah periode relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022.
Yaman telah mengalami perang sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sana’a dan sejumlah provinsi pada September 2014. Koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman.
Konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun tersebut terus memperburuk kondisi kemanusiaan di Yaman. Peningkatan jumlah pengungsi dan risiko penyakit semakin menambah kebutuhan terhadap bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, pangan, air, dan sanitasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....