WHO: Sistem Kesehatan Yaman Mendekati Titik Kritis akibat Eskalasi Konflik
- 30 Sep 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- WHO memperingatkan sistem kesehatan Yaman mendekati titik kritis, dengan 4.481 korban tercatat sejak 6 Agustus, termasuk 838 orang meninggal dunia.
- Lebih dari 180.500 orang mengungsi di 10 wilayah administratif Yaman, sementara lebih dari 3.600 warga menyeberang ke Djibouti sejak 10 September.
- Krisis kesehatan diperburuk oleh wabah penyakit dan keterbatasan pendanaan, dengan WHO baru menerima 2 juta dolar AS dari kebutuhan 9 juta dolar AS serta sejumlah obat dan perlengkapan medis telah habis.
RRI.CO.ID, Sana’a - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan sistem kesehatan Yaman semakin mendekati “titik kritis” akibat eskalasi konflik terbaru. Kondisi tersebut terjadi ketika jumlah korban dan pengungsi terus meningkat, sementara layanan kesehatan penting menghadapi tekanan yang semakin besar.
Direktur Kedaruratan Regional WHO untuk Mediterania Timur, Annette Heinzelmann, mengatakan sebanyak 4.481 korban telah tercatat sejak 6 Agustus. Dari jumlah tersebut, 838 orang dilaporkan meninggal dunia berdasarkan data Kementerian Kesehatan di Aden.
Lebih dari 180.500 orang telah mengungsi di 10 wilayah administratif Yaman. Sementara itu, lebih dari 3.600 warga Yaman telah menyeberang ke Djibouti sejak 10 September dan hampir setengahnya merupakan anak-anak.
Mitra kemanusiaan kini mempersiapkan kemungkinan kedatangan 5.000 hingga 10.000 orang ke Djibouti dalam beberapa pekan mendatang. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap kebutuhan kemanusiaan di kawasan.
Heinzelmann mengatakan sembilan fasilitas atau aset kesehatan di Taiz, Lahj, dan Al-Hodeidah mengalami kerusakan. Alat-alat tersebut tidak dapat beroperasi, ditutup, atau menjadi sasaran serangan secara langsung.
Layanan darurat obstetri dan perawatan bayi baru lahir juga dihentikan di dua rumah sakit di Marib dan Ras Al-Arah. Tenaga kesehatan dan kapasitas rumah sakit dialihkan untuk menangani korban trauma akibat konflik.
Bahkan sebelum eskalasi terbaru, hanya sekitar 60 persen fasilitas kesehatan di Yaman yang berfungsi sepenuhnya. Kondisi tersebut membuat sistem kesehatan semakin sulit memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah meningkatnya korban dan pengungsian.
Krisis kesehatan juga diperburuk oleh penyebaran berbagai penyakit. Lebih dari 22.000 kasus suspek campak dengan 128 kematian telah dilaporkan sepanjang tahun ini.
Selain itu, terdapat 7.784 kasus suspek kolera atau diare cair akut dan 9.604 kasus demam berdarah. Wabah penyakit tersebut menambah beban terhadap layanan kesehatan yang sudah menghadapi keterbatasan.
WHO baru memperoleh pendanaan sebesar 2 juta dolar AS dari kebutuhan 9 juta dolar AS untuk menjalankan respons terhadap krisis. Pada saat yang sama, sejumlah persediaan kebutuhan penyelamat jiwa telah habis di gudang WHO di Aden.
Perlengkapan penanganan trauma dan obat-obatan penting termasuk di antara persediaan yang telah habis. WHO menilai tekanan akibat konflik, pengungsian, korban luka, dan wabah penyakit semakin mendorong sistem kesehatan Yaman menuju titik kritis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....