UNICEF Serukan Anak-Anak Jadi Prioritas dalam Pemulihan Suriah
- 02 Okt 2026 16:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UNICEF menyerukan agar anak-anak menjadi prioritas dalam pemulihan Suriah, dengan peningkatan investasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan layanan air.
- Sekitar 1,67 juta pengungsi Suriah telah kembali dari negara-negara tetangga sejak Desember 2024, sementara sekitar 1,9 juta pengungsi internal juga telah kembali, meski jutaan orang masih mengungsi.
- Krisis pendidikan dan kesehatan anak masih menjadi tantangan, dengan 7,5 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan, 2,45 juta tidak bersekolah, hampir 8.000 sekolah tidak berfungsi, dan sekitar 500.000 anak balita terdampak malnutrisi.
RRI.CO.ID, Damaskus — Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell menyerukan agar anak-anak menjadi pusat perhatian dalam proses pemulihan Suriah. Seruan tersebut disampaikan setelah Russell melakukan kunjungan selama tiga hari ke Suriah, dilansir dari Xinhua, Jumat, 2 Oktober 2026.
Russell mengatakan dukungan terhadap anak-anak dan keluarga harus menjadi prioritas utama. Hal tersebut dinilai penting ketika banyak warga Suriah mulai kembali dari luar negeri maupun setelah sebelumnya mengungsi di dalam negeri.
Ia menyerukan peningkatan investasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan layanan air. Menurut Russell, dukungan tersebut dibutuhkan agar anak-anak dan keluarga yang kembali dapat membangun kembali kehidupan mereka.
Selama kunjungannya, Russell juga melakukan pembicaraan dengan pejabat Suriah dan sejumlah mitra UNICEF. Pembahasan tersebut mencakup kebutuhan keluarga yang kembali, pemulihan layanan penting, serta peningkatan investasi bagi anak-anak dan remaja.
Russell kembali menegaskan komitmen UNICEF untuk mendukung anak-anak dan kaum muda di seluruh Suriah. Menurut UNICEF, sekitar 1,67 juta pengungsi Suriah telah kembali dari negara-negara tetangga sejak Desember 2024.
Selain itu, sekitar 1,9 juta warga Suriah yang sebelumnya mengungsi di dalam negeri juga telah kembali. Sebagian besar pengungsi internal tersebut kembali ke daerah asal mereka, meski jutaan warga Suriah masih tetap mengungsi.
Laporan tahunan UNICEF mengenai Suriah pada 2025 menyebutkan sekitar 7,5 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sekitar 2,45 juta anak juga dilaporkan tidak bersekolah.
Hampir 8.000 sekolah di Suriah tidak dapat berfungsi, sehingga membatasi akses anak-anak terhadap pendidikan. Selain persoalan pendidikan, sekitar 500.000 anak berusia di bawah lima tahun terdampak malnutrisi yang mengancam jiwa.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi anak-anak dalam proses pemulihan negara tersebut. Banyak keluarga yang kembali harus tinggal di komunitas yang mengalami kerusakan akibat konflik selama bertahun-tahun.
Kerusakan tersebut mencakup sekolah, fasilitas kesehatan, jaringan air, serta infrastruktur dasar lainnya. UNICEF menilai pemenuhan kebutuhan anak dan keluarga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan Suriah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....