UNICEF: Sedikitnya Empat Anak Tewas di Gaza akibat Serangan Israel

  • 31 Agt 2026 14:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sedikitnya empat anak dilaporkan tewas dan banyak lainnya terluka di Jalur Gaza dalam lima hari terakhir, kata keterangan UNICEF yang dirilis Jumat, 28 Agustus 2026.
  • Anak-anak yang dilaporkan tewas terdiri dari dua anak laki-laki berusia dua dan empat tahun dalam serangan terpisah.
  • UNICEF menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia, termasuk perlindungan terhadap kehidupan serta hak-hak anak.

RRI.CO.ID, Amman – Sedikitnya empat anak dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya luka-luka di Jalur Gaza akibat serangan Israel pekan lalu. Demikian dilaporkan oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) melalui keterangannya pada Jumat 28 Agustus 2026.

Dua anak laki-laki masing-masing berusia dua dan empat tahun kehilangan nyawanya dalam serangan terpisah. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun juga tewas setelah terkena tembakan dari darat saat berada di dalam tendanya.

Sementara itu, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun meninggal akibat luka serius yang dideritanya dalam serangan sebelumnya. Sementara itu, tiga anak berusia delapan, 10, dan 17 tahun menderita luka-luka setelah terkena tembakan peluru tajam.

Kemudian dua anak lainnya yang berusia 11 tahun terkena serpihan akibat serangan tentara Israel. Mereka dilaporkan mengalami luka serius yang berdampak jangka panjang.

Pada saat bersamaan, gudang persediaan nutrisi UNICEF senilai lebih dari USD770 ribu hancur akibat serangan. Sedianya itu akan digunakan untuk membantu sekitar 40.500 anak rentan berusia 6-23 bulan, serta 4.900 perempuan hamil dan menyusui.

Sebelumnya, sumur air dan fasilitas desalinasi yang didukung UNICEF di wilayah Deir Al Balah rusak parah akibat serangan. Fasilitas tersebut menyediakan air minum bagi lebih dari 4.000 orang.

“Anak-anak terus terbunuh dan terluka,” kata Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder, Senin, 31 Agustus 2026. “Sedangkan mereka yang selamat menyaksikan layanan dan persediaan penting yang mereka andalkan dihancurkan.”

UNICEF dan para mitranya kini menyediakan air melalui truk kepada keluarga terdampak. Ini bertujuan untuk menjaga akses terhadap air bersih selama fasilitas tersebut tidak dapat beroperasi.

Badan PBB itu melaporkan 70 persen infrastruktur air dan sanitasi di Gaza telah rusak. Sementara itu, 63 persen penduduk di sana tidak dapat mengakses bahkan enam liter air minum per orang per hari.

UNICEF menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia. Termasuk perlindungan terhadap kehidupan serta hak-hak anak.

Badan PBB itu juga meminta perlindungan terhadap infrastruktur sipil dan layanan dasar yang penting bagi kelangsungan hidup anak. UNICEF juga mendorong agar akses bantuan kemanusiaan yang cepat, aman, dan tanpa hambatan segera diberikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....