AS: Pintu Terbuka bagi Iran untuk Kembali ke Perundingan

  • 22 Sep 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan pintu perundingan tetap terbuka bagi Iran untuk kembali berdialog secara damai dan diplomatik.
  • Waltz menyebut Iran berada pada titik terlemah sejak 1979 akibat tekanan ekonomi dan melemahnya nilai mata uang.
  • AS menyatakan pembahasan dengan Israel terkait rencana 20 poin Trump untuk Gaza dapat dilanjutkan setelah pemilu Israel, sementara isu pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel masih terhenti.

RRI.CO.ID, New York — Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz mengatakan pintu perundingan masih terbuka bagi Iran. Ia menyebut Iran dapat kembali melakukan pembicaraan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Waltz dalam acara Al-Monitor Live di New York, di sela-sela Sidang Umum PBB. Ia mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump meyakini waktu berpihak kepada AS dalam konflik dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari.

“Saya memang meyakini demikian,” kata Waltz ketika ditanya mengenai pandangan Washington bahwa waktu berpihak kepada AS, dikutip dari Anadolu, Selasa, 22 September 2026.

Waltz menegaskan Iran masih memiliki kesempatan untuk kembali ke meja perundingan. Ia berharap proses tersebut dapat berlangsung secara damai dan melalui jalur diplomatik.

Ia juga menepis laporan bahwa Iran mensyaratkan penghentian sanksi AS dan pembayaran ganti rugi sebagai syarat untuk melanjutkan perundingan. Waltz menyebut laporan mengenai tuntutan tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Menurut Waltz, pemerintah Iran berada pada titik terlemah sejak 1979 dan kondisinya terus mengalami pelemahan. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan tekanan ekonomi serta melemahnya nilai mata uang Iran.

Dalam pembahasan mengenai Gaza, Waltz menyebut pendekatan pemerintahan AS sebagai “jenis multilateralisme baru”. Ia mengatakan pembicaraan dengan Israel mengenai pelaksanaan rencana 20 poin Trump untuk Gaza dapat dilanjutkan setelah pemilu parlemen Israel.

Rencana tersebut mencakup pembentukan pemerintahan teknokratis Palestina, rekonstruksi Gaza, serta pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional. Namun, perundingan mengenai pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel masih terhenti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....