Tiongkok Serukan Iran-AS Kembali ke MoU Islamabad

  • 17 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tiongkok mendorong Iran dan Amerika Serikat kembali pada MoU Islamabad untuk membuka kembali mekanisme negosiasi dan meredakan konflik.
  • Tiongkok menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz serta menjaga jalur perairan internasional tetap terbuka dan aman.
  • Menlu Tiongkok mendorong semua pihak menghindari tindakan yang memperumit situasi dan menyelesaikan persoalan kawasan melalui dialog serta perundingan.

RRI.CO.ID, Beijing — Tiongkok mendorong Iran dan Amerika Serikat segera kembali pada Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka kembali mekanisme negosiasi dan meredakan konflik kedua negara, dilansir dari Xinhua, Kamis, 17 September 2026.

Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi saat bertemu Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di Beijing, Rabu 16 September 2026. Wang mengatakan berlanjutnya konflik AS-Iran tidak menjadi kepentingan bersama pihak-pihak terkait maupun masyarakat internasional.

Wang mendorong Iran dan AS tetap rasional serta menahan diri. Ia juga menyerukan kedua pihak segera kembali pada MoU Islamabad dan membangun kembali mekanisme negosiasi berdasarkan konsensus yang telah dicapai.

Tiongkok juga mendorong Iran dan AS melakukan konsultasi substantif mengenai berbagai isu yang menjadi perhatian masing-masing pihak. Menurut Wang, dialog diperlukan untuk mencari penyelesaian terhadap persoalan yang masih menjadi sumber ketegangan.

Wang mengatakan Tiongkok mendukung dialog antara Iran dan negara-negara Teluk lainnya. Beijing juga mendukung penghormatan terhadap kedaulatan wilayah dan keamanan nasional masing-masing negara.

Menurut Wang, kepentingan bersama kawasan perlu dijaga melalui pendekatan yang konstruktif. Ia juga meminta semua pihak mengambil langkah efektif untuk membuka kembali Selat Hormuz sesegera mungkin.

Wang menyerukan agar jalur perairan internasional tetap terbuka dan aman. Ia mengatakan stabilitas transportasi energi internasional, produksi, serta rantai pasok juga perlu dipertahankan.

Tiongkok, lanjut Wang, tidak ingin ketegangan regional meluas lebih jauh ke Yaman dan Laut Merah. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat semakin memperumit situasi.

Wang menyerukan agar persoalan di kawasan diselesaikan melalui dialog dan perundingan. Tiongkok juga mendorong upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan sekaligus menjaga keamanan jalur perdagangan dan energi internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....