Trump Harap AS Mendekati Akhir Perang dengan Iran
- 19 Sep 2026 14:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Trump menyebut AS “semoga” mendekati akhir perang dengan Iran, setelah hampir tujuh bulan konflik, dan mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan.
- Konflik meluas ke Yaman, dengan Houthi meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi serta berupaya menguasai Selat Bab al-Mandab yang menjadi jalur strategis perdagangan dan energi.
- Upaya diplomasi masih menghadapi kebuntuan, sementara PBB menyerukan deeskalasi dan pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz; pengamat Michael Feller menilai Iran mungkin terbuka untuk bernegosiasi setelah pemilu paruh waktu AS.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negaranya “semoga” sudah mendekati akhir perang dengan Iran yang berlangsung hampir tujuh bulan. Pernyataan tersebut disampaikan ketika pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman terus meningkat.
Melansir dari CNBC, Sabtu, 19 September 2026, Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Ia juga mengungkapkan telah berbicara secara langsung dengan Teheran, tetapi tidak memberikan rincian mengenai pembicaraan tersebut.
Konflik Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari kini meluas hingga Yaman. Perluasan konflik semakin mengganggu ekspor energi dan mengguncang pasar minyak.
Houthi meningkatkan serangan terhadap sejumlah target di Arab Saudi. Kelompok tersebut juga melancarkan serangan darat untuk menguasai Selat Bab al-Mandab, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump berencana bertemu para pemimpin negara-negara Teluk di sela-sela Sidang Umum PBB. Pertemuan tersebut akan membahas langkah selanjutnya terkait perang dengan Iran.
Upaya Washington untuk memulai kembali perundingan gencatan senjata dilaporkan mengalami kebuntuan. Negara-negara Teluk dalam beberapa hari terakhir menghadapi peningkatan serangan dari Iran dan Houthi.
Trump diperkirakan bertemu para pemimpin enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC. Pertemuan kemungkinan juga melibatkan pemimpin negara-negara Arab dan Muslim lainnya.
Departemen Luar Negeri AS dilaporkan telah mengirim undangan awal pada Rabu dan akan proposal AS mengenai strategi pascaperang. Trump dan timnya sedang menyusun rencana untuk periode setelah perang, diperkirakan baru selesai setelah pemilihan paruh waktu AS pada November.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres kembali menyerukan deeskalasi dan pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Namun, masih belum jelas tuntutan Washington terhadap negara-negara Teluk maupun Iran setelah perang berakhir.
Michael Feller dari Geopolitical Strategy mengatakan Iran mungkin terbuka untuk bernegosiasi setelah pemilu paruh waktu AS. Namun, menurutnya, keengganan untuk berdiplomasi dapat membuat konflik berlangsung lebih lama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....