Menbud Fadli Usulkan Museum Indonesia Perkuat Digitalisasi Historis Koleksi
- 20 Sep 2026 00:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli dorong digitalisasi museum untuk memudahkan penelusuran asal-usul, perjalanan, dan konteks koleksi budaya.
- MEG menjadi rujukan pengelolaan koleksi, melalui digitalisasi register inventaris historis sejak 1867 hingga 1993.
- Kerja sama museum internasional diperkuat melalui riset, pertukaran pengetahuan, digitalisasi, dan pelindungan warisan budaya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mendorong museum di Indonesia memperkuat digitalisasi inventaris historis koleksi. Langkah tersebut dinilai penting agar asal-usul, perjalanan, dan konteks benda budaya lebih mudah ditelusuri.
Hal itu disampaikan setelah ia mengunjungi Musée d’ethnographie de Genève atau MEG di Jenewa, Swiss, Kamis, 17 September 2026. MEG telah mendigitalisasi register inventaris historis koleksinya sejak 1867 hingga 1993.
Menurutnya, praktik tersebut dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan dokumentasi koleksi museum di Indonesia. "Dokumentasi seperti ini sangat penting untuk membantu masyarakat memahami lebih jauh sejarah dan perjalanan setiap koleksi," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 19 September 2026.
Ia mengatakan dokumentasi koleksi bukan hanya soal penyimpanan data. Informasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk riset, pengembangan, perawatan, pelindungan, dan pemanfaatan koleksi.
Ia menilai penguatan tata kelola data menjadi bagian penting dalam pengelolaan museum yang berkelanjutan. Digitalisasi inventaris juga dapat membuka akses terhadap informasi mengenai asal-usul dan perjalanan koleksi dari waktu ke waktu.
Untuk diketahui, MEG didirikan pada 1901, sementara sejarah koleksinya telah dimulai sejak awal abad ke-18. Museum tersebut juga menyimpan koleksi dari Indonesia, antara lain dari Papua, Kalimantan, Jawa, hingga wilayah lain di Nusantara.
"Sangat menarik melihat langsung berbagai koleksi dari banyak negara. Dan komunitas di dunia, termasuk koleksi dari Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, kunjungan tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan museum luar negeri dalam berbagai bidang. Kerja sama itu mencakup riset, pertukaran pengetahuan, digitalisasi, dan pelindungan warisan budaya.
"Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia. Terutama dalam membangun jejaring dengan museum-museum dunia, serta membuka peluang kolaborasi," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....