Kemenbud Resmikan Pameran Fotografi 'Constelaciones Vivas' di Galeri Nasional

  • 17 Sep 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pameran Constelaciones Vivas menghadirkan karya fotografi dari sembilan negara Amerika Latin di Galeri Nasional Indonesia.
  • Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menilai satu bingkai fotografi mampu mengabadikan momen sekaligus menyampaikan beragam cerita.
  • Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin menyebut pameran seni dapat mempertemukan perspektif dan memperkuat hubungan antarbangsa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meresmikan pameran fotografi Constelaciones Vivas: Stories and Identity of Latin America di Galeri Nasional Indonesia. Pameran ini menjadi momentum memperkuat hubungan Indonesia dengan negara serta masyarakat Amerika Latin melalui karya fotografi pilihan beragam.

Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha mengatakan pameran tersebut menjadi kolaborasi kedua Galeri Nasional dengan sembilan negara sahabat. Di antaranya, Argentina, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Meksiko, Panama, Peru, dan Uruguay.

"Ini kedua kalinya Galeri Nasional bekerja sama dengan sembilan negara sahabat, dan saya mengajak teman-teman datang akhir pekan. Selain pameran Constelaciones Vivas, pengunjung juga dapat menikmati pameran Nasirun serta koleksi tetap Galeri Nasional Indonesia," katanya saat peresmian fotografi Constelaciones Vivas: Stories and Identity of Latin America, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026.

Ia mengaku antusias membuka pameran fotografi tersebut karena langsung teringat kepada almarhum ayahnya yang berprofesi sebagai fotografer senior. Ayahnya pernah ditugaskan ke sejumlah wilayah konflik, termasuk Vietnam, Papua Barat, dan Timor Timur sebagai fotografer berpengalaman.

Kenangan tersebut membuatnya semakin menghargai fotografer Indonesia dan Amerika Latin yang mengabadikan berbagai cerita melalui karya mereka. Menurutnya, fotografi memiliki kekuatan merekam satu momen, lalu menghadirkan beragam cara pandang bagi setiap orang secara berbeda pula.

"Ini pertama kalinya saya membuka pameran fotografi, dan saya langsung teringat serta rindu kepada almarhum ayah saya tercinta. Beliau seorang fotografer yang pernah bertugas ke Vietnam, Papua Barat, dan Timor Timur, sebelum meninggal ketika saya berusia lima belas," ujarnya.

Ia mengatakan ayahnya tidak meninggalkan banyak benda, tetapi meninggalkan cerita serta kamera analog yang masih dikenangnya hingga kini. Pengalaman tersebut membuatnya memahami kedekatan fotografer dengan proses panjang ketika sebuah gambar mulai terbentuk menjadi karya bermakna bersama.

Salah satu karya fotografi dalam pameran Constelaciones Vivas: Stories and Identity of Latin America, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026. (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)

Ia menilai fotografi merupakan medium yang sangat kuat karena satu bingkai mampu menyimpan momen dan cerita secara bersamaan. Karya fotografi juga dapat dipahami secara berbeda oleh setiap orang, bergantung pengalaman dan sudut pandang saat melihatnya secara pribadi.

"Saya selalu percaya fotografi adalah medium yang sangat kuat, karena satu bingkai dapat mengabadikan momen sekaligus menyampaikan cerita. Satu momen yang sama bisa diceritakan dan dipersepsikan secara berbeda, sehingga fotografi memiliki kekuatan untuk menyentuh banyak orang," katanya.

Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan pameran seni tidak sekadar menjadi ruang untuk mengapresiasi karya. Menurutnya, pameran juga membuka ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, serta nilai budaya.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk saling bertukar gagasan secara terbuka. Interaksi itu diharapkan dapat membangun pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya di dunia.

"Pameran seni bukan sekadar ruang apresiasi karya, tetapi juga ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif. Melalui kesempatan ini, pengunjung diharapkan saling bertukar gagasan dan membangun pemahaman lebih luas terhadap keberagaman dunia," ucapnya.

Sebagai informasi, pameran kedua Constelaciones Vivas dapat dikunjungi publik mulai 18 September hingga 11 Oktober 2026. Pengunjung dapat melakukan registrasi dan membeli tiket secara langsung di Galeri Nasional Indonesia atau secara daring melalui aplikasi Traveloka dan Tiket.com.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....