Sound Horeg Makan Korban Jiwa, Wamenbud: Kami Akan Telaah Lagi

  • 18 Sep 2026 09:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamendbud Giring akan melaporkan persoalan tersebut kepada Menbud Fadli Zon untuk arahan selanjutnya.
  • Kementerian Kebudayaan terus mengamati perkembangan ekspresi budaya yang muncul di tengah masyarakat.
  • Dugaan korban jiwa akibat sound horeg menjadi perhatian dan akan ditelaah lebih mendalam.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengatakan, pemerintah terus mengamati setiap ekspresi budaya yang berkembang di masyarakat setempat. Menurutnya, pengamatan dilakukan untuk melihat dampak budaya yang dapat dikembangkan serta hal-hal yang perlu dipastikan keamanannya secara menyeluruh.

Pernyataan itu disampaikannya saat merespons kabar mengenai dugaan tiga korban meninggal akibat penggunaan sound horeg awal September 2026. Ia menyebut, jika dampaknya berkaitan dengan korban jiwa, Kementerian Kebudayaan akan menelaah kembali persoalan tersebut lebih teliti lagi.

"Yang jelas, setiap ekspresi budaya kan pasti Kementerian Kebudayaan selalu amati dan kita selalu lihat mana yang berdampak. Mana yang dampaknya memang harus kita pastikan, nanti dari Kementerian Kebudayaan pasti akan baca lagi, akan lebih teliti lagi," katanya kepada wartawan usai peresmian fotografi Constelaciones Vivas: Stories and Identity of Latin America, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026.

Ia menegaskan, langkah selanjutnya akan dilakukan setelah pihak kementerian mempelajari lebih lanjut penyebab kejadian tersebut secara menyeluruh dulu. Ia juga menyampaikan akan melaporkan persoalan itu kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon untuk mendapatkan arahan terkait langkah kementerian.

"Kebetulan Pak Menteri sedang bertugas di tempat lain, nanti saya akan langsung report dan meminta arahan dari beliau. Kalau dampaknya sampai ada yang meninggal, dari Kementerian Kebudayaan pasti akan baca lagi dengan lebih teliti soal penyebabnya," ujarnya.

Sebelumnya, Karnaval menampilkan sound horeg kembali memakan korban jiwa di Jawa Timur. Dalam sebulan, tiga orang meninggal dunia akibat sound horeg.

Korban mulai warga biasa hingga kru dan penyewa. Korban pertama adalah pria berinisial SN (29) yang tewas saat tengah tertidur di atas truk bermuatan sound horeg yang tengah melaju.

Nahas, saat melintas di Jalan Krasak, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, kepalanya terbentur gapura. "Kejadiannya hari Minggu, 2 Agustus 2026, saat kendaraan melintas di bawah gapura pembatas desa," kata Komandan Regu 1 Unit Gakkum Satlantas Polres Jember, Aiptu Hasan Basri dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 18 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....