AS-Denmark Capai Kesepakatan Keamanan Greenland
- 19 Sep 2026 14:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- AS dan Denmark mencapai kesepakatan keamanan Greenland setelah berbulan-bulan ketegangan akibat ancaman Donald Trump untuk mengambil alih wilayah tersebut.
- Kesepakatan disebut memperkuat keamanan di kawasan Arktik dan Atlantik Utara, sekaligus tetap mengakui kedaulatan Denmark dan hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri.
- Rincian kesepakatan belum dipublikasikan, sementara kesepakatan masih membutuhkan persetujuan parlemen Denmark sebelum berlaku.
RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat dan Denmark mengumumkan kesepakatan mengenai keamanan Greenland. Kesepakatan tersebut mengakhiri perselisihan diplomatik yang dipicu ancaman Presiden AS Donald Trump untuk merebut Greenland dengan kekuatan militer.
Trump mengatakan kesepakatan tersebut memberikan AS kendali permanen atas keamanan dan kebutuhan lainnya di Greenland. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan kesepakatan itu memperkuat keamanan di kawasan Arktik dan Atlantik Utara.
Namun, ia tidak menjelaskan rincian kesepakatan yang disebut Trump. Kesepakatan tercapai setelah berbulan-bulan Trump mengancam akan mengambil Greenland, dilansir dari BBC News, Sabtu, 19 September 2026.
Greenland merupakan wilayah semiotonom Denmark yang memiliki lokasi strategis bagi pertahanan serta kekayaan mineral. Trump mengatakan kesepakatan tersebut tidak membutuhkan biaya bagi Amerika Serikat.
Ia juga menyebut AS memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna mengamankan dan mempertahankan keamanan Greenland. Kesepakatan tersebut disebut melarang pihak yang menjadi lawan AS mempertahankan kehadiran militer di Greenland.
Investasi sensitif dari pihak tersebut juga memerlukan persetujuan tertulis dari AS. Frederiksen mengatakan kesepakatan akan ditandatangani dalam Sidang Umum PBB pekan depan.
Ia menegaskan kesepakatan tetap mengakui kedaulatan dan integritas wilayah Kerajaan Denmark serta hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri. Namun, kesepakatan tersebut masih harus mendapat persetujuan parlemen sebelum dapat berlaku.
Ketua Pemerintahan Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut kesepakatan itu dan mengatakan langkah tersebut memperkuat keamanan Greenland, Denmark, dan AS. Trump sebelumnya berupaya membeli atau mencaplok Greenland dengan alasan keamanan nasional.
Ia menilai wilayah tersebut rentan terhadap ancaman dari Rusia dan Tiongkok. Ancaman Trump untuk menggunakan kekuatan militer di Greenland memicu kecaman dari Denmark dan sejumlah negara anggota NATO.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kesepakatan tersebut secara permanen mengatasi kekhawatiran keamanan nasional AS terkait Greenland. Namun, hingga kini teks resmi kesepakatan belum dirilis kepada publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....