Kemlu Pastikan 72 WNI di Mokha Yaman dalam Kondisi Baik
- 19 Sep 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 72 WNI di Mokha, Yaman, terpantau aman, terdiri dari 67 laki-laki, tiga perempuan, dan dua anak, mayoritas pelajar.
- Kemlu terus memantau jalur evakuasi paling aman, dengan pergerakan WNI dilakukan bertahap, terbatas, dan terkoordinasi.
- KBRI Muscat menyiapkan dua lokasi penampungan sementara, sementara sebagian besar WNI memilih realokasi ke Fiyush atau Asy-Syir.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah memastikan 72 WNI di Mokha, Yaman, terpantau dalam kondisi baik. Mereka terdiri dari 67 laki-laki, tiga perempuan, dan dua anak, sebagian besar merupakan pelajar Indonesia di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan jumlah tersebut berbeda dari data sebelumnya sebanyak 74 orang karena dua WNI sudah meninggalkan Mokha sebelumnya. Kedua WNI itu keluar sebelum kota tersebut diambil alih pasukan Houthi, sehingga kini berada di lokasi yang aman.
"Saat ini jumlah WNI yang berada di Mokha 72 orang, bukan 74 karena dua orang sudah keluar sebelumnya. Semuanya terpantau baik, namun mereka masih menghadapi tantangan mobilitas keluar akibat pengetatan keamanan jalur darat setempat saat ini," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu, 19 September 2026.
Kementerian Luar Negeri terus memantau jalur paling aman untuk membantu para WNI keluar dari Mokha secara bertahap pula. Langkah tersebut dilakukan dengan prinsip kesiapsiagaan, tanpa mobilisasi massal prematur, agar pergerakan WNI terkoordinasi dan aman di lapangan.
Ia mengatakan perjalanan keluar Mokha nantinya dilakukan secara terbatas, bertahap, serta dikoordinasikan dengan Satgas Pelindungan WNI di lapangan. KBRI Muscat juga telah menempatkan tim di Tarim untuk mendekatkan bantuan ketika jalur keluar nantinya dinyatakan aman langsung.
"Kami senantiasa berkomunikasi dengan para WNI sambil terus memantau jalur mana yang paling aman untuk keluar dari Mokha. Ketika jalurnya sudah aman, kami dapat melakukan penjemputan secara langsung terhadap para WNI tersebut secara bertahap dan terkoordinir," katanya.
Seluruh WNI tersebut telah tercatat dalam sistem pelindungan dan terus berkomunikasi langsung dengan perwakilan Indonesia di lapangan setempat. Mereka rutin menginformasikan kondisi terbaru, meski akses logistik menuju Mokha menghadapi sejumlah titik pemeriksaan dan pengetatan penjagaan ketat.
KBRI juga menyiapkan dua lokasi penampungan sementara bagi WNI yang berhasil keluar dari Mokha dalam kondisi aman nantinya. Lokasinya berada di Darul Hadis VUC, Lahij, serta Markasir, Asy-Syir, wilayah Hadramaut yang berada di pesisir Laut Arab.
"Sebagian besar WNI memilih realokasi sementara di kota Fiyush atau Asy-Syir, sesuai hasil pendataan awal yang dilakukan terbaru. Sementara sebagian kecil lainnya memilih tetap tinggal di Mokha, sambil menunggu perkembangan keamanan dan jalur keluar kota setempat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....