Hampir 94.000 Warga Mengungsi Akibat Konflik yang Memanas di Yaman

  • 15 Sep 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 93.864 orang baru mengungsi di berbagai wilayah Yaman akibat konflik berkelanjutan antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi.
  • Dampak terberat konflik terkonsentrasi di Provinsi Ta'iz dan Lahj dengan 18.840 pengungsi dari Distrik Jabal Habashy dan 9.966 dari Distrik Al Ma'afer.
  • Data krisis kemanusiaan ini disampaikan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB pada Senin, 14 September 2026.

RRI.CO.ID, Sanaa — Sebanyak 93.864 orang baru mengungsi di berbagai wilayah Yaman akibat konflik yang terus berlangsung antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi. Data tersebut disampaikan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB pada Senin, 14 September 2026, dilansir dari Anadolu.

IOM mengatakan dampak terberat konflik terkonsentrasi di Provinsi Ta'iz dan Lahj. Di Distrik Jabal Habashy, Ta'iz, sebanyak 18.840 orang telah mengungsi, sementara 9.966 orang lainnya meninggalkan Distrik Al Ma'afer.

Di Lahj, sebanyak 16.464 orang mengungsi dari Distrik Al-Mudharibah, sementara sebanyak 2.892 orang lainnya melarikan diri dari Tuban. Pengungsian juga meluas ke Aden, Al Hodeidah, Abyan, dan sejumlah distrik lain di Ta'iz.

Menurut IOM, kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya dampak krisis di Yaman. IOM bersama para mitranya saat ini merespons kebutuhan masyarakat di lapangan dan terus memantau perkembangan perpindahan penduduk akibat konflik.

IOM juga menyerukan dukungan segera untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, air, dan sanitasi bagi keluarga yang baru mengungsi. Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan sedikitnya 18.000 rumah tangga terpaksa meninggalkan tempat tinggal sejak awal September.

Ia mengatakan jumlah korban di kalangan warga sipil terus meningkat. Pemantau Kantor Hak Asasi Manusia PBB telah memverifikasi 40 korban sipil antara 1 September hingga Senin.

Konfrontasi antara pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan kelompok Houthi meningkat sejak awal Juli. Peningkatan konflik tersebut terjadi setelah beberapa tahun situasi relatif tenang.

Konflik yang kembali meningkat menyebabkan semakin banyak warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Situasi tersebut memperbesar kebutuhan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di berbagai wilayah Yaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....