Menlu Lebanon Desak Inggris Tekan Israel Hentikan Serangan
- 18 Sep 2026 13:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi secara resmi meminta Inggris menggunakan pengaruhnya untuk menekan Israel agar menghentikan serangan militer terhadap Lebanon.
- Beirut berkomitmen pada pelaksanaan kesepakatan yang menyangkut penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon sebagai upaya menyelesaikan konflik.
- Inggris melalui Menteri Negara Stephen Doughty menegaskan kembali dukungan berkelanjutannya kepada Lebanon dalam mengatasi krisis keamanan regional.
RRI.CO.ID, Beirut — Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi meminta Inggris menekan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Lebanon. Permintaan tersebut disampaikan Raggi dalam percakapan telepon dengan Menteri Negara Inggris untuk Timur Tengah, Afrika Utara, Afghanistan, dan Pakistan, Stephen Doughty.
Raggi mengatakan Beirut terus mendorong pelaksanaan kesepakatan yang mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon. Dalam percakapan tersebut, Doughty menegaskan kembali dukungan Inggris yang teguh dan berkelanjutan kepada Lebanon.
Kedua menteri membahas perkembangan di Lebanon dan kawasan sekitarnya, termasuk periode setelah berakhirnya mandat Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL). Raggi secara khusus meminta Inggris memberikan tekanan kepada Israel untuk menghentikan serangan yang terus berlangsung terhadap wilayah Lebanon.
Selain itu, Raggi menyampaikan perkembangan terkait upaya menempatkan senjata secara eksklusif di bawah kendali negara. Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai perkembangan tersebut, dilansir dari Anadolu, Jumat, 18 September 2026.
Mandat UNIFIL dijadwalkan berakhir pada akhir 2026 dan telah ditempatkan di Lebanon sejak 1978 berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB. Penempatan pasukan tersebut bertujuan untuk memantau penghentian permusuhan serta membantu menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan.
Pernyataan Raggi disampaikan pada hari yang sama ketika Presiden Lebanon Joseph Aoun berbicara dalam pertemuan persiapan di Paris. Pertemuan tersebut digelar untuk konferensi internasional yang bertujuan mendukung tentara Lebanon dan Pasukan Keamanan Dalam Negeri.
Aoun mengatakan pelaksanaan kesepakatan dengan Israel tidak dapat diselesaikan selama serangan dan pelanggaran terhadap Lebanon masih berlangsung. Ia juga menilai stabilitas sulit dikonsolidasikan selama Israel masih menduduki sebagian wilayah Lebanon.
Aoun meminta negara-negara sahabat dan mitra Lebanon membantu melaksanakan sepenuhnya kesepakatan yang telah dicapai. Ia menekankan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon harus menjadi prinsip tetap yang tidak diterapkan secara selektif.
Pada 26 Juni, Beirut dan Tel Aviv menandatangani “formula kerangka kerja” yang disponsori Amerika Serikat di Washington. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon serta penempatan tentara Lebanon di wilayah yang ditinggalkan Israel.
Israel disebut masih melakukan serangan di Lebanon selatan meskipun kesepakatan tersebut telah ditandatangani. Israel juga masih menduduki sejumlah wilayah di bagian selatan Lebanon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....