IMO Desak Negara Hentikan Serangan terhadap Kapal Niaga

  • 17 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Organisasi Maritim Internasional (IMO) mendesak negara-negara anggota untuk menghentikan tindakan yang membahayakan kapal niaga dan para pelaut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
  • Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez memperingatkan bahwa berbagai konflik regional memiliki dampak serius terhadap industri pelayaran internasional dan operasional pelabuhan.
  • Seruan IMO disampaikan saat membuka pertemuan Subkomite Pengangkutan Muatan dan Kontainer IMO di London, menunjukkan urgensi isu keamanan maritim dalam agenda organisasi internasional.

RRI.CO.ID, London — Organisasi Maritim Internasional (IMO) mendesak negara-negara anggota menghentikan tindakan yang membahayakan kapal niaga dan para pelaut. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai wilayah.

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez menyampaikan seruan tersebut saat membuka pertemuan Subkomite Pengangkutan Muatan dan Kontainer IMO di London. Ia memperingatkan dampak serius berbagai konflik terhadap industri pelayaran internasional, dilansir dari Anadolu, Kamis, 17 September 2026.

Dominguez mengatakan dunia mencapai kondisi ketika konflik digunakan sebagai dalih menyerang kapal niaga dan pelaut yang tidak terlibat konflik. Menurutnya, keselamatan pelaut dan kapal harus tetap dihormati dalam situasi apa pun.

Sejak konflik di Timur Tengah dimulai pada Februari, IMO memverifikasi 80 serangan terhadap pelayaran internasional di dan sekitar Selat Hormuz. Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 22 pelaut tewas dan banyak lainnya terluka.

Serangan terhadap pelayaran internasional juga terjadi di Laut Hitam dan Laut Azov. Dalam beberapa bulan terakhir, puluhan orang dilaporkan tewas akibat serangan terhadap kapal di kedua wilayah tersebut.

Sementara itu, serangan di Laut Merah kembali terjadi. Empat korban jiwa telah dikonfirmasi dalam serangan terbaru kelompok Houthi terhadap sebuah kapal niaga pada 11 Agustus.

Dominguez menegaskan serangan terhadap kapal niaga di berbagai wilayah konflik tidak dapat dikaitkan dengan satu pihak saja. Ia mengatakan terdapat sejumlah entitas yang melakukan serangan terhadap kapal di Selat Hormuz, Laut Hitam, dan Laut Azov.

Ia mengakui bahwa penyelesaian akar penyebab konflik geopolitik berada di luar mandat IMO. Namun, dampak konflik tersebut semakin terlihat terhadap perdagangan maritim global dan kegiatan operasional pelayaran.

Dominguez meminta para delegasi menyampaikan dampak gangguan terhadap pelayaran kepada pemerintah masing-masing serta membawanya ke forum internasional yang sesuai. Menurutnya, persoalan keselamatan pelayaran perlu menjadi perhatian dalam upaya mencari penyelesaian konflik.

Gangguan terhadap operasional pelayaran dapat menimbulkan dampak yang melampaui sektor maritim. Kondisi tersebut dapat memengaruhi perekonomian, rantai pasok, serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dominguez juga meminta negara-negara anggota menyampaikan dampak tersebut kepada lembaga terkait di masing-masing negara. Langkah itu diharapkan membantu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menangani akar penyebab konflik dan mencari solusi.

Sekretariat IMO menyatakan siap berkontribusi dalam mencari solusi yang dapat diterapkan bagi industri pelayaran. Kontribusi tersebut dapat dilakukan pada tingkat teknis dan operasional melalui langkah-langkah yang diajukan negara-negara anggota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....