Oman Tunda Pertemuan Bahas Jalur Baru Selat Hormuz

  • 15 Sep 2026 14:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Oman mengumumkan penundaan pertemuan regional yang semula dijadwalkan pada Senin, 14 September 2026 di Salalah untuk membahas pengaturan jalur maritim baru melalui Selat Hormuz.

RRI.CO.ID, Salalah — Oman menunda pertemuan regional yang dijadwalkan membahas pengaturan jalur maritim baru melalui Selat Hormuz. Pertemuan tersebut sedianya berlangsung pada Senin, 14 September 2026 di Salalah dan melibatkan Iran serta sejumlah negara Teluk.

Dilansir oleh Anadolu, Kementerian Luar Negeri Oman mengumumkan penundaan pada Minggu, 13 September 2026 malam. Keputusan tersebut diambil untuk menciptakan kondisi yang sesuai bagi dialog konstruktif.

Penundaan itu diharapkan dapat membantu menghasilkan kesepahaman berkelanjutan yang mendukung keamanan dan stabilitas regional. Oman juga menyatakan komitmennya untuk mendorong kerja sama dan perdamaian di kawasan.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, tidak mengumumkan tanggal baru untuk pertemuan tersebut. Dia juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan penundaan.

"Kami tetap berkomitmen mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama jangka panjang di kawasan," ujarnya. Negara yang diperkirakan mengikuti pertemuan tersebut adalah Bahrain, Iran, Irak, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait.

Penundaan terjadi sehari setelah Bahrain menolak berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri bersama Iran. Kementerian Luar Negeri Bahrain mengatakan Manama tidak akan mengikuti pertemuan kolektif dengan Teheran sebelum hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan.

Pernyataan Bahrain disampaikan setelah muncul laporan mengenai rencana pertemuan tingkat menteri untuk membahas perkembangan di Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, sebelumnya mengatakan negaranya akan mengorganisasi pertemuan tersebut dengan Oman.

Pertemuan itu direncanakan berlangsung pada tingkat menteri luar negeri dan melibatkan delapan negara yang berbatasan dengan kawasan Teluk. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan agenda utama pertemuan adalah pembahasan mengenai jalur maritim baru di Selat Hormuz.

Menurut dia, Iran dan Oman telah menyelesaikan kesepakatan mengenai jalur baru tersebut. "Ini mencakup peta serta pernyataan bersama yang menjelaskan pengaturan jalur maritim," ujarnya.

Namun, Araghchi menegaskan kesepakatan dengan Oman tidak berarti Selat Hormuz dibuka kembali. Jalur tersebut disiapkan sebagai bagian dari pengaturan maritim di tengah ketegangan yang berlangsung di kawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....