PBB Peringatkan Pengungsian Baru Warga Palestina di Masafer Yatta

  • 12 Sep 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Otoritas Israel menghancurkan 20 rumah dan fasilitas lainnya di Masafer Yatta, Tepi Barat bagian Selatan pada Selasa 8 September 2026.
  • Pembongkaran tersebut menyebabkan hampir 60 warga Palestina, termasuk sekitar 30 anak-anak, terpaksa mengungsi dari komunitas penggembala mereka.
  • Insiden ini merupakan bagian dari serangkaian operasi pembongkaran rumah yang terus dilakukan di wilayah Tepi Barat yang disengketakan.

RRI.CO.ID, Yerusalem — Hampir 60 warga Palestina, termasuk sekitar 30 anak-anak, mengungsi di Masafer Yatta, Tepi Barat bagian Selatan. Mereka mengungsi setelah otoritas Israel menghancurkan rumah dan bangunan lainnya, dilansir dari Xinhua, Sabtu, 12 September 2026.

Pembongkaran tersebut dilakukan pada Selasa, 8 September 2026 di dua komunitas penggembala Palestina. Sebanyak 20 rumah dan fasilitas lainnya dihancurkan dalam pembongkaran tersebut.

Fasilitas yang terdampak termasuk tempat penampungan air dan panel surya. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan pembongkaran itu terjadi setelah penghancuran sebuah komunitas di dekatnya pada 2 September.

Sekitar 30 orang yang tinggal secara musiman di wilayah tersebut turut terdampak. OCHA juga menyebut banyak bangunan yang dihancurkan sebelumnya dibangun dengan dukungan donor.

Kondisi tersebut semakin memperburuk situasi warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut. Masafer Yatta merupakan kawasan yang dihuni sekitar 1.200 warga Palestina yang tersebar di 13 komunitas di perbukitan Hebron.

Otoritas Israel menetapkan wilayah tersebut sebagai “zona latihan militer”. Kelompok kemanusiaan melaporkan meningkatnya kekerasan oleh pemukim sejak pos-pos permukiman didirikan di sekitar Masafer Yatta.

Situasi tersebut menambah tekanan terhadap warga Palestina yang tinggal di kawasan tersebut. PBB dan mitra kemanusiaannya mengunjungi wilayah tersebut pada Rabu, 9 September 2026.

Mereka memberikan bantuan darurat kepada warga yang mengungsi, termasuk tempat penampungan sementara, makanan, perlengkapan kebersihan, produk bayi, dan dukungan psikososial. OCHA mengatakan sebanyak 1.500 warga Palestina telah mengungsi di seluruh Tepi Barat sepanjang tahun ini akibat pembongkaran.

Lebih dari 2.600 orang lainnya mengungsi akibat kekerasan pemukim dan pembatasan akses yang berkaitan dengan kekerasan tersebut. Sementara itu, situasi kemanusiaan juga menjadi perhatian di Jalur Gaza.

Selama pekan pertama September, kelompok bantuan membantu lebih dari 100 rumah tangga yang terdampak 18 insiden di seluruh Gaza. Insiden tersebut mencakup serangan udara, runtuhnya bangunan, dan kebakaran rumah.

Kantor PBB juga mengatakan bantuan perlengkapan tempat tinggal telah disalurkan kepada lebih dari 1.800 rumah tangga. Bantuan tersebut meliputi tenda, terpal plastik, perlengkapan tidur, lampu tenaga surya, dan lampu sorot.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....