DK PBB Kecam Serangan Houthi dan Penerbangan Ilegal di Yaman

  • 08 Agt 2026 15:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dewan Keamanan PBB secara resmi mengecam serangan rudal yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan sejumlah kapal komersial.
  • Dewan Keamanan memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional, serta menghambat upaya perdamaian.
  • Peningkatan ketegangan di Yaman juga ditandai dengan pendaratan pesawat tanpa izin di beberapa bandara di negara tersebut.

RRI.CO.ID, New York — Dewan Keamanan PBB mengecam serangan rudal yang dilancarkan kelompok Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi dan sejumlah kapal komersial. Dewan juga mengecam pendaratan pesawat tanpa izin di beberapa bandara Yaman di tengah meningkatnya ketegangan di negara tersebut.

Dalam pernyataannya pada Jumat, 7 Agustus 2026, Dewan Keamanan mengatakan tindakan yang dapat menghambat upaya perdamaian harus dihindari. Dewan memperingatkan bahwa perkembangan tersebut juga dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional, dilansir dari Anadolu.

Anggota Dewan mengecam pendaratan pesawat tanpa izin di Bandara Internasional Sana’a pada 3 Juli dan Bandara Hudaydah pada 13 Juli. Pendaratan tersebut disebut berlangsung tanpa izin dan persetujuan dari pemerintah Yaman serta dinilai melanggar aturan penerbangan sipil internasional.

Dewan juga mengecam serangan rudal Houthi terhadap Arab Saudi sejak 13 Juli. Serangan terhadap kapal-kapal komersial yang berlangsung sejak 22 Juli turut mendapat kecaman dari Dewan Keamanan.

Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman. Mereka juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan Yaman atas wilayah darat dan ruang udaranya.

Dewan menegaskan bahwa seluruh penerbangan menuju bandara-bandara Yaman harus dikoordinasikan dengan pemerintah setempat dan memperoleh izin terlebih dahulu. Pada saat yang sama, Dewan menekankan pentingnya mempertahankan akses udara yang aman untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dan sipil.

Akses tersebut harus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah Yaman serta sesuai dengan hukum internasional dan aturan penerbangan sipil yang berlaku. Dewan juga meminta seluruh pihak mematuhi hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan yang relevan.

Salah satu resolusi yang kembali ditekankan adalah Resolusi 2216 yang diadopsi pada 2015. Resolusi tersebut melarang penyediaan, penjualan, atau transfer senjata dan bantuan terkait kegiatan militer kepada individu dan entitas yang dikenai sanksi.

Dewan memperingatkan bahwa perkembangan terbaru dapat mengancam keamanan regional serta hak dan kebebasan navigasi. Situasi tersebut juga dinilai berisiko memicu eskalasi lebih lanjut dan menghambat upaya mencapai perdamaian di Yaman serta kawasan sekitarnya.

Dewan Keamanan mendesak Houthi untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi. Dewan juga mendorong penggunaan jalur dialog yang tersedia untuk menyelesaikan persoalan dan mengurangi ketegangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....