Pakistan Dorong AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan
- 11 Sep 2026 17:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Duta Besar Pakistan untuk PBB Asim Iftikhar Ahmad mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk kembali ke meja perundingan meskipun masih ada ketidakpercayaan di antara kedua negara.
- Pakistan melaporkan masih terdapat keengganan untuk melaksanakan Nota Kesepahaman Islamabad dari pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi.
- Pakistan tetap berkomitmen mendorong kedua belah pihak untuk melanjutkan proses diplomasi sebagai jalan keluar dari impasse saat ini.
RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk kembali ke meja perundingan meskipun masih terdapat ketidakpercayaan antara kedua pihak. Duta Besar Pakistan untuk PBB Asim Iftikhar Ahmad mengatakan masih terdapat sedikit keengganan untuk melaksanakan Nota Kesepahaman Islamabad.
Ahmad menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara yang diterbitkan The National pada Kamis, 10 September 2026. Menurutnya, Pakistan tetap berupaya mendorong kedua pihak untuk melanjutkan proses diplomasi.
Melansir dari Anadolu, Nota Kesepahaman Islamabad ditandatangani pada Juni setelah dimediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut menyerukan penghentian permusuhan, masa 60 hari untuk merundingkan penghentian permanen konflik.
Kesepakatan tersebut juga membahas pengaturan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial. Iran sebelumnya menuduh Amerika Serikat gagal melaksanakan sejumlah ketentuan penting dalam kesepakatan tersebut.
Ketentuan yang dipersoalkan antara lain berkaitan dengan sanksi dan blokade angkatan laut Amerika Serikat. Sementara itu, Washington dan negara-negara Teluk menyerukan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Jalur tersebut menjadi salah satu isu penting dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua pihak. Ahmad mengatakan Pakistan tetap memiliki jalur komunikasi terbuka dengan Iran dan Amerika Serikat pada tingkat tinggi.
Ia menilai kembali ke meja perundingan merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan situasi dan mencapai kesepakatan yang komprehensif. Menurut Ahmad, kerangka penyelesaian sebenarnya telah tersedia dalam Nota Kesepahaman Islamabad.
Ahmad berharap kedua pihak segera menyadari pentingnya kembali melakukan perundingan. Ketika ditanya pihak mana yang lebih enggan kembali berunding, Ahmad mengatakan tidak sesederhana menentukan pihak yang paling bertanggung jawab.
Namun, ia tetap berharap kedua pihak dapat kembali bernegosiasi meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Ahmad mengingatkan Pakistan sebelumnya berhasil membantu tercapainya gencatan senjata pada April di tengah pertempuran sengit dan eskalasi yang terus meningkat.
Setelah itu, Pakistan juga berhasil membawa kedua pihak menuju Nota Kesepahaman Islamabad. Ia mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan masih ada peluang untuk kembali mempertemukan Amerika Serikat dan Iran.
Pakistan, kata Ahmad, tetap meyakini perundingan baru merupakan satu-satunya jalan berkelanjutan untuk mengakhiri konfrontasi. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Pakistan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....