Iran Bahas Upaya Redakan Ketegangan Regional dengan Pakistan dan Qatar

  • 27 Agt 2026 16:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan telepon terpisah dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Selasa, 25 Agustus 2026.
  • Pembicaraan ini merupakan bagian dari upaya diplomatik Iran untuk mengurangi ketegangan di kawasan Asia Barat melalui dialog dengan negara-negara kunci seperti Pakistan dan Qatar.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menggelar pembicaraan dengan Pakistan dan Qatar untuk membahas upaya meredakan ketegangan di kawasan, Rabu 26 Agustus 2026. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukannya secara terpisah melalui saluran telepon.

Pada kesempatan pertama, Araghchi mengontak Kepala Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir. Setelah itu giliran Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani yang dihubunginya.

Pada pembicaraannya dengan Munir, Araghchi menekankan pentingnya melanjutkan konsultasi dan upaya bersama untuk mendorong perdamaian serta keamanan regional. Sedangkan dengan Al Thani, keduanya membahas urgensi jalur diplomatik dan koordinasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Salah satu pokok pembahasan antarmereka adalah kesepakatan Iran dan Oman mengenai pembentukan koridor pelayaran bersama sementara melalui Selat Hormuz. Teheran dan Muscat juga temembahas proyek bersama untuk membersihkan ranjau dari jalur perairan strategis tersebut.

Qatar menyatakan dukungan penuh terhadap upaya diplomatik dan berbagai inisiatif yang bertujuan menemukan solusi atas persoalan Selat Hormuz. Doha menginginkan solusi yang dapat menjamin kebebasan navigasi maritim sekaligus membuka jalan bagi kesepakatan komprehensif untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan.

Oman dan Iran mengumumkan kesepakatan keduanya terkait Selat Hormuz pada Selasa 25 Agustus 2026. Kerangka tersebut diumumkan setelah Araghchi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, di Teheran.

Kesepakatan tersebut juga mencakup rencana pelaksanaan proyek pembersihan ranjau bersama di Selat Hormuz. Perkembangan itu terjadi ketika Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah disingkirkan.

Washington menganggap Selat Hormuz sebagai jalur perairan internasional yang harus tetap terbuka bagi navigasi bebas. Washington juga menolak pengenaan biaya serta pengaturan yang memberikan Teheran peran formal dalam mengelola lalu lintas maritim.

AS mendukung penggunaan jalur pelayaran selatan yang dianggap lebih aman di dekat perairan Oman. Pada saat yang sama, Washington mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran dan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Iran kini berupaya memperkuat jalur diplomasi dengan Pakistan, Qatar, dan Oman. Upaya tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaga kebebasan navigasi serta mencegah konflik di kawasan berkembang menjadi lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....